SDM



Apa sih sebenernya yang membuat seseorang itu kompeten?
Sudah pasti untuk urusan pekerjaan setiap orang ingin semua berjalan dengan lancar dan baik.

Kadang kita yang masih satu bahasa aja masih sering kesulitan apalagi yang beda bahasa tetapi seringkali hal ini juga bukan kendala sebenernya ketika secara pekerjaan hal itu tidak menjadi masalah dan urusan bisa berjalan dengan lancar. 

Yang menjadi memusingkan itu kalau urusan pekerjaan jadi amburadul sepertinya itu yang bikin kepala jadi cenat cenut gak jelas dan emosi mendadak bermasalah.

Kompetensi pekerjaan sangat penting begitu juga dengan karakter dan integritas. Untuk apa bisa mengerjakan apa saja tapi gak jujur atau gak aman atau gak amanah?

Sebenarnya secara sistem perekrutan mulai dari sistem seleksi, percobaan tiga bulan, kontrak dua tahun dan permanen antara majikan dan buruh diberikan kesempatan untuk saling menjajaki satu sama lain. 

Pekerja menjajaki apakah pekerjaannya ini memang menarik dirinya dan memang membuat dirinya nyaman mengerjakannya dan jadi kebutuhannya sedangkan majikan menjajaki apakah pekerjanya memang memenuhi standart kualifikasi dan satisfactionnya. 

Yang membuat hubungan kerja bisa berjalan awet dan langgeng karena ada faktor kenyamanan dan kepuasan dari kedua belah pihak.

Sehingga jelaslah bukan tka atau tki karena dari sisi investor juga sangat merugikan sekali kalau mereka harus memfasilitasi tka dari negara asal mereka belum pernak pernik lainnya.

Sehingga perlulah dibangun hubungan kepercayaan dan juga sensitifitas akan kebutuhan masing-masing pihak jika majikan sudah puas dengan kualifikasi kerja pekerja maka tambahlah dengan mengasah kejujuran dan keamanahan karena ini akan jadi pengikat bagi kedua belah pihak dan jika mereka semakin rekat tidak ada salahnya untuk menservice majikan dan menambah tingkat kepuasan majikan luangkan waktu belajar bahasa ibu majikan karena ini ibarat isteri yang bisa memasak atau pandai bersolek atau semacamnya yang menambah ikatan hubungan yang dibangun tersebut.


Sepertinya kita mesti merubah mindset kita akan pekerjaan yaitu tidak hanya sekedar kebutuhan bekerja dan mencari nafkah tetapi juga belajar mencintai, berdedikasi, profesional dan mempermudah keadaan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Bukankah ketika kita memudahkan urusan orang lain itu sama artinya kita memudahkan urusan kita sendiri?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya