Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

RUU Haluan Ideologi Pancasila

Kalau  kita menilik pasal 7 RUU HIP disebutkan tentang ciri pokok Pancasila  trisila yaitu sosio nasionalisme, sosio demokrasi dan ketuhanan yang berkebudayaan seperti ada ketakutan bahwa nasionalisme, demokrasi, kepercayaan dan budaya tidak mendapatkan tempat di NKRI. Hal ini tentu sangat berlebihan karena sila pertama Ketuhanan YME itu sendiri tidak hanya mencakup semua agama tetapi juga kepercayaan yang juga percaya pada Tuhan YME walaupun tidak memiliki syariat dan ibadah agama dan hanya berdasarkan keyakinanpun ini diakui sedangkan budaya sendiri selama tidak ada unsur kesyirikan dan kemubaziran tentu wajar saja tertolak karena ini kan pembodohan contohnya adalah seperti menceburkan kepala kerbau sedangkan kalau misal pertunjukan-pertunjukan keagamaan seperti ngaben, penguburan mayat di toraja, tarian-tarian keagamaan di Bali tentu ini bukan termasuk yang dilarang karena bagian dari kegiatan agama tetapi praktek leak yang membahayakan masyarakat itu sendiri atau sekte-se...

Logic Thingking

Seringkali masalah itu muncul karena kita meninggalkan logic thingking serta mengedepankan perspektif kita sendiri yang belum tentu benar atau arogansi atau ignored atau abandon atau over condition. Semua permasalahan tersebut sama karena bahasan itu tidak menyentuh dasar persoalan dan hanya di permukaan saja. Seperti halnya permasalahan pelajaran agama dan PPKN. Ketika mereka meninggalkan logic thingking maka tentu asumsi yang mereka bangun juga ngawur. Ada 5 agama dan 1 kepercayaan di Indonesia tetapi mereka semua memiliki standart moralitas yang sama maka yang mana yg dilebur agama yang berbeda tersebut atau moralitas yang sama tersebut yang dilebur ke dalam masing-masing agama? Kalau standart moral sama maka apapun agamanya mereka akan memiliki batasan standart moral yang sama hanya saja mereka berbeda dalam detailnya sesuai agama mereka masing-masing sehingga tidak mungkin mereka bangun rumah ibadah sembarangan, ganggu ibadah orang lain, mengganggu atribut agama orang lain, asu...

Dancing With Pademi

Pademi resmi berada di tengah kita dan itu tidak bisa diprediksi sampai kapan karena sebagaimana sebab kematian lain mulai mereka masuk ke dalam hidup manusia dan menetap tanpa ada yang mengetahui expired datenya tetapi dengan berlalunya waktu mereka bisa hidup berdampingan. Aids, kanker, radiasi dan sederet penyebab kematian manusia lainnya hadir tanpa diundang dan menetap tanpa permisi dan demikian juga covid yang menambah daftar tersebut. Dancing with pademi? What is the meaning? We have alternatives to dealing with them through evaluation dan trial and error stuff. What is that? Isolasi, memisahkan yang sehat dengan yang sakit, penerapan standart covid, mengatur mana yang bisa dilakukan secara online dan tidak atau menyediakan alternatif aktifitas yang bisa dilakukan secara online dan tidak, penggunaan masker di tempat umum atau ruangan kerja atau usaha, pengaturan kapasitas dan harga sehubungan dengan standart covid tersebut, adjustement, penanganan berbeda untuk jenasah covid...

New Normal

Apakah new normal? New normal adalah pengaturan ulang kehidupan yang dianggap normal menyesuaikan dengan kondisi covid. Dimana hal ini tentu tujuannya sebagai adjustment sehingga diharapkan kehidupan ekonomi dan urusan masyarakat bisa berlangsung baik di tengah ancaman pademi covid. Yang menjadi perhatian pada pademi covid adalah kebersihan, kapasitas, kondisi kesehatan individu, pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker. Kemungkinan akan dilakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga kondisi lebih aman dan terkendali. Meniadakan aktifitas itu hampir tidak mungkin karena setiap kegiatan ekonomi adalah kebutuhan masyarakat itu sendiri sehingga tentu yang paling logis adalah melakukan penyesuaian dan beradaptasi.Tentu dengan trial and error sehingga evaluasi ini yang nantinya akan menyempurnakan penetapan new normal dan batasan-batasan logisnya. Misal untuk barber shop kemungkinan selain menetapkan kapasitas dengan memberikan nomor antrian dan menunggu di luar barber shop kalau kapasita...

Polarisasi

Polarisasi bukanlah kehidupan politik yang didambakan di negara manapun karena itu artinya perpecahan, fitnah, chaos, kerumitan dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik tentu sangat tidak menguntungkan dalam kehidupan dalam bernegara dan berbangsa. Polarisasi tidak membebaskan satu negara dari satu kesengsaraan dan penderitaan bahkan mereka mengalami semuanya dari berbagai sisi persepsi. Intoleransi ada tiga macam, intoleransi dalam persepsi Islam, intoleransi dalam persepsi komunis dan intoleransi dalam persepsi nasionalisme. Begitu juga dalam bidang lain mencakup penjajahan ekonomi, invasi dan islamphobia semua dilihat dari tiga macam persepsi tersebut. Keburukan dan kejahatannya tetap ada hanya saja pelakunya yang berbeda-beda. Ini konsekuensi dari polarisasi. Rawan politisasi dan pecah belah. Tidak ada keadilan apalagi kebijaksanaan kecuali arogansi dan dominasi. Berbeda dengan persatuan maka yang mengikat mereka adalah hal-hal yang memang sifatnya fundamental. Toleransi da...