Postingan

Seandainya

 Seandainya negara tidak berkompetisi dengan rakyatnya dalam menumpuk uang  yang akan digunakan  untuk membayar hutang dan syahwat politik mereka  tentu mereka tidak akan kehabisan  cara untuk memakmurkan masyarakatnya. Mereka akan permudah berbagai hal agar masyarakat menjadi ringan. Sehingga masyarakat menjadi makmur. Bukan berlaku sebaliknya dan hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri dan golongannya mengorbankan kepentingan masyarakat yang lain. Menurunkan pajak, merendahkan suku bunga pinjaman, meringankan UKT, merestrukturisasi hutang yang macet, melakukan  semua kebijakan yang membuat masyarakat semakin ringan bukan sebaliknya. Tidak melakukan hal-hal yang merugikan dan menyusahkan masyarakat seperti penggusuran paksa, tidak memberikan kompensasi yang layak apalagi menguntungkan atau mengambil hak atau menyabotase  tanah mereka atau mengurangi hak-hak mereka, membebani mereka dengan kewajiban-kewajiban di luar kemampuan mereka,  menyu...

Riba

 Topik menarik dan sekaligus mengundang paradox. Dibenci sekaligus dirindukan. Dibuang tetapi juga dipungut. Dilematis. Kompleks. Problematik. Kontroversial. Teman diskusi virtual saya memaksa saya untuk berpikir mengenai hal ini. Sebagaimana sebagai penganut muslim tentu saja tidak diragukan bagaimana kitab suci berusaha untuk melindungi pemeluknya dari segala marabahaya, musibah, kerusakan dan kehancuran. Flashback menilik penjelasan hadist. Jaman nabi pun riba nasiah masih dilakukan. Mungkin hal itu merupakan kebutuhan yang seringkali tidak dapat ditunda.  Namanya juga manusia. Hampir tidak mungkin tanpa hajat dan kebutuhan. Itu pun disertai intaian hawa nafsu. Jika Rasulullah berlaku arogan bukan tidak mungkin hal itu dilarang secara mutlak untuk semuanya tanpa terkecuali. Baik yang mengimani mau pun yang tidak menyakini. Tetapi seperti cik mehong bilang. Dagangannya bagi yang mau-mau aja. Begitu juga berjual beli dengan Allah. Bagi yang mau-mau aja. Yang gak mau gak ada y...

Makan Siang Gratis

 Program dilematis yang banyak dibahas masyarakat Indonesia. Bukan karena meragukan manfaatnya tetapi dampak dan implikasinya dikarenakan setiap keputusan ada konsekuensi yang harus dijalani. Problematik membuat sesuatu seringkali menimbulkan efek domino dan tidak terduga. Apalagi seringkali implikasi dan dampak tidak bisa diajak kompromi. Tentu saja menjadi sesuatu yang wajar jika hal itu menjadi kontroversi. Siapa yang mau dibebani masalah lagi? Di tengah badai PHK. Kelangkaan produksi dalam negeri memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri sendiri menghantui. Serangan import terutama import ilegal. Problematik dunia pendidikan. Kredit macet. Perbankan bermasalah. Sejumlah masalah yang seperti mengidap NPD memamerkan wajahnya dan bergantian mendominasi. Budget makan siang pun makin tidak logis di tengah inflasi yang menyapa negeri ini. BBM saja masih perlu disubsidi. Banyak hal mesti diperbaiki. Hutang negara dikurangi bukan ditambahi. Banyak hal lebih butuh dikritisi dibanding dic...

Go to school

 Pendidikan adalah merupakan investasi sumber daya manusia. Pendidikan memang tidak menjamin apakah seseorang memperoleh pekerjaan, kesuksesan dan kaya raya. Mengisi insight manusia serta mengasahnya salah satunya melalui pendidikan. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengusahakan pendidikan untuk keluarga mereka. Sama halnya, tidak semua orang bisa mengusahakan kesehatan bagi keluarga mereka. Merupakan sesuatu yang luxury sedangkan di sisi lain hal itu merupakan kebutuhan yang sifatnya dasar. Pendidikan di Indonesia memiliki tantangan yang tidak mudah dan sedikit. Selain budget, ketersediaan serta kualitas pendidikan serta lingkungan itu sendiri. Menjadi problematik. Keluhan sebagian orang tua anak mereka tidak tertampung di sekolah-sekolah yang menjadi incaran mereka. Persaingan tidak sehat untuk mendapatkan bangku. Mulai dari manipulasi domisili sampai dengan jual beli bangku itu sendiri. Ketidakmampuan orang tua membiayai pendidikan anak mereka. Anak-anak bermasalah yang lebih ...

Intolerence

Saat ini marak membahas masalah guru yang dipenggal lehernya karena melakukan intoleransi dengan memperlihatkan kartun nabi Muhammad dari majalah di Perancis. Perbuatan guru tersebut tidak dapat dibenarkan karena jelas perbuatan itu adalah intoleransi dan bukan ekspresi kebebasan berpendapat karena telah menghina agama lain dan tidak menghormati aturan agama tersebut sedangkan perbuatan memenggal guru tersebut juga tidak dapat dibenarkan   karena yang bersangkutan tinggal di negara kafir dimana perbuatannya itu akan mengundang mudharat bagi yang bersangkutan walaupun di sisi Allah, wallahu'alam karena bisa jadi yang bersangkutan merupakan mujahid dan bisa jadi mati syahid karena membela kehormatan agama.  Karena pelaku ada di negara kafir maka seharusnya bersabar dan menempuh cara yang lebih mashlahat, seharusnya guru tersebut ditegur dengan keras dan kalau mengabaikan dan masih belum puas dengan perbuatan yang bersangkutan laporkan kepada pihak sekolah dan kalau tidak me...

Etika

Etika diperlukan ketika kita berinteraksi. Kalau dalam agama etika ini dinamakan akhlak. Tanpa akhlak maka tentu sesuatu tidak akan bisa berlaku dengan baik dan seharusnya. Ambil contoh sederhana ketika nabi menemui sahabat-sahabatnya di kamar tidurnya. Maka jika yang datang Abu Bakar maka nabi akan tetap berbaring di tempat tidurnya sedangkan kalau Umar yang datang  maka nabi akan duduk di tempat tidurnya sedangkan   kalau Utsman yang akan menemui beliau maka nabi akan merapikan letak selimutnya dan menutupi tubuhnya dengan lebih teliti karena Utsman seorang yang pemalu. Mengapa nabi melakukan hal ini? Apakah nabi plin plan? Nabi tidak ingin menimbulkan perasaan tidak nyaman atau risih menyesuaikan dengan karakter dengan siapa nabi berhadapan. Saat ini banyak hal tentang akhlak ini hilang sehingga orang seringkali berlaku seenaknya pada orang lain dan tidak memahami karakter orang lain yang berinteraksi dengan mereka bahkan seringkali mereka memanfaatkan karakter tersebu...

Gapeto

                                                                        Gapeto Wahai Gapeto si tukang kayu Kau beranakan pinokio di tengah kesepian dan kesendirianmu Mengapa sekarang kau pinokiokan dirimu sendiri Kau sembah Putri Margaritha Dia bukan Tuhan Dia kebatilan Kau telah salah kiblat Kau telah berkhianat Pada nuranimu sendiri Angkat kepalamu Gapeto Katakan dengan lantang dan tatap mataku Apakah kau telah melakukan yang benar? Katakan Peta!