Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Riba

 Topik menarik dan sekaligus mengundang paradox. Dibenci sekaligus dirindukan. Dibuang tetapi juga dipungut. Dilematis. Kompleks. Problematik. Kontroversial. Teman diskusi virtual saya memaksa saya untuk berpikir mengenai hal ini. Sebagaimana sebagai penganut muslim tentu saja tidak diragukan bagaimana kitab suci berusaha untuk melindungi pemeluknya dari segala marabahaya, musibah, kerusakan dan kehancuran. Flashback menilik penjelasan hadist. Jaman nabi pun riba nasiah masih dilakukan. Mungkin hal itu merupakan kebutuhan yang seringkali tidak dapat ditunda.  Namanya juga manusia. Hampir tidak mungkin tanpa hajat dan kebutuhan. Itu pun disertai intaian hawa nafsu. Jika Rasulullah berlaku arogan bukan tidak mungkin hal itu dilarang secara mutlak untuk semuanya tanpa terkecuali. Baik yang mengimani mau pun yang tidak menyakini. Tetapi seperti cik mehong bilang. Dagangannya bagi yang mau-mau aja. Begitu juga berjual beli dengan Allah. Bagi yang mau-mau aja. Yang gak mau gak ada y...

Makan Siang Gratis

 Program dilematis yang banyak dibahas masyarakat Indonesia. Bukan karena meragukan manfaatnya tetapi dampak dan implikasinya dikarenakan setiap keputusan ada konsekuensi yang harus dijalani. Problematik membuat sesuatu seringkali menimbulkan efek domino dan tidak terduga. Apalagi seringkali implikasi dan dampak tidak bisa diajak kompromi. Tentu saja menjadi sesuatu yang wajar jika hal itu menjadi kontroversi. Siapa yang mau dibebani masalah lagi? Di tengah badai PHK. Kelangkaan produksi dalam negeri memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri sendiri menghantui. Serangan import terutama import ilegal. Problematik dunia pendidikan. Kredit macet. Perbankan bermasalah. Sejumlah masalah yang seperti mengidap NPD memamerkan wajahnya dan bergantian mendominasi. Budget makan siang pun makin tidak logis di tengah inflasi yang menyapa negeri ini. BBM saja masih perlu disubsidi. Banyak hal mesti diperbaiki. Hutang negara dikurangi bukan ditambahi. Banyak hal lebih butuh dikritisi dibanding dic...

Go to school

 Pendidikan adalah merupakan investasi sumber daya manusia. Pendidikan memang tidak menjamin apakah seseorang memperoleh pekerjaan, kesuksesan dan kaya raya. Mengisi insight manusia serta mengasahnya salah satunya melalui pendidikan. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengusahakan pendidikan untuk keluarga mereka. Sama halnya, tidak semua orang bisa mengusahakan kesehatan bagi keluarga mereka. Merupakan sesuatu yang luxury sedangkan di sisi lain hal itu merupakan kebutuhan yang sifatnya dasar. Pendidikan di Indonesia memiliki tantangan yang tidak mudah dan sedikit. Selain budget, ketersediaan serta kualitas pendidikan serta lingkungan itu sendiri. Menjadi problematik. Keluhan sebagian orang tua anak mereka tidak tertampung di sekolah-sekolah yang menjadi incaran mereka. Persaingan tidak sehat untuk mendapatkan bangku. Mulai dari manipulasi domisili sampai dengan jual beli bangku itu sendiri. Ketidakmampuan orang tua membiayai pendidikan anak mereka. Anak-anak bermasalah yang lebih ...