Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

This Ramadhan

Ramadhan kali ini kita mendapat ujian dan cobaan karena wabah covid melanda seluruh dunia. Seluruh dunia dihadapi persoalan dilematis terutama bagi negara-negara berkembang dan miskin mereka memiliki kompleksitas lebih besar. Semua negara menginginkan negara mereka seperti Arab Saudi yang bisa menjalankan tuntunan Nabi dengan sempurna dalam hal ini dikarenakan keberkahan wilayah itu dan juga doa nabi Ibrahim agar daerah tersebut dijauhkan dari kesusahan serta diberikan kemakmuran sepanjang waktu dan zaman. Sebagai seorang muslim apalagi yang tinggal di Indonesia turut merasakan kepedihan hati karena keterbatasan kondisi yang membuat Indonesia sangat jauh jika dibandingkan dengan negara yang makmur dan maju tetapi lebih baik dari pada negara miskin yang sama sekali Pemerintahnya tidak mampu melindungi masyarakatnya sama sekali. Perdebatan, dilematis juga kompleksitas menunai beragam kontroversi dimana semuanya memiliki tujuan yang sama ingin melindungi negara dan masyarakat mereka se...

Perfect But Limited

Kita sering merasa sebagai manusia kita bisa menentukan apa yang kita inginkan hanya karena kita makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk yang lain. Kita memiliki otak, hati, perasaan, sensitivitas, daya analisa serta bisa mengendalikan lingkungan tetapi kita juga hanya mampu berusaha dan berdoa serta menerima apapun hasilnya setelah kita berusaha dengan atau tidak maksimal. Kita sering menemui secara teori benar tetapi secara kondisi salah atau sebaliknya. Ini saja sudah membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk yang terikat dengan sesuatu yang lebih tinggi lagi dari mereka. Kalau masyarakat Amerika mengatakan is it works sedangkan masyarakat muslim akan mengatakan sesuai dengan ijin Allah atau kehendak Allah atau qadarullah. Apapun yang akan kita jalani atau dapatkan itu lah yang jadi ketetapan takdir buat kita sehingga tidak perlu kita berdebat apalagi sampai berpecah belah atau melakukan hal-hal bodoh lainnya. Covid dengan atau tanpa gejala adalah covid sama sepert...

Its not that simple

Corona is not that simple. Everybody lockdown and the problem dissepeared mainly for some country that maybe not prepeared for that at all. Lockdown kalau cuma dua hari mungkin semua bisa tapi kalau lebih dari itu? Kita harus pertimbangkan kapasitas orang lain juga dan seandainya kita yang berada di tempat mereka bisa jadi sama apalagi kita juga sudah dewasa bukan anak-anak yang tidak mengerti sama sekali pertimbangan untuk semua urusan-urusan kita. Membaca seputar Corona bisa mengakibatkan teror tetapi juga bisa menambah wawasan untuk kita sendiri. Ternyata berolahraga dengan menggunakan masker bisa memicu terjadi pergeseran paru mungkin juga fibrosis karena mungkin paru-paru menjadi sulit bernafas dimana di saat berolahraga kita membutuhkan asupan oksigen lebih banyak daripada kita tidak bergerak. Kita menganggap dengan hanya menggunakan masker selesai masalah kita ternyata kita juga harus mempertimbangkan banyak faktor dan kondisi. Bagaimana kalau berolahraga? Asma? Bukan masker ...

Moving Foward

Menjelang berakhirnya PSBB, pemerintah dan masyarakat harus saling dukung agar kondisi covid bisa diatasi dengan baik. Masyarakat harus membiasakan diri menggunakan masker dan mencuci tangan mereka sebelum makan serta menerapkan standart kesehatan covid dimana pemerintah dan pengusaha tentu saling bekerja sama proaktif untuk selalu memeriksa kesehatan masyarakat dan pegawai mereka sehingga bisa tenang beraktifitas di tengah covid. Kalau pemerintah dan masyarakat tidak segera melakukan penyesuaian maka akan banyak masalah timbul di dalam masyarakat karena ketidaksigapan dalam merespon perkembangan kondisi dan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yaitu usaha-usaha lumpuh, pengangguran dan pemiskinan kondisi. Kemungkinan perlu adaptasi dengan kondisi covid mulai penggunaan masker keluar rumah, mencuci tangan sebelum makan, pengurangan jam aktifitas, selama covid ditiadakan jam lembur agar mereka bisa beristirahat lebih baik, pemeriksaan suhu tubuh, rapid test dan test swab secar...

Chaos

Sebagai manusia kita memang kerap mengalami chaos dan ambigue. Hal ini mungkin karena kita sebagai manusia pada dasarnya adalah makhluk yang berpikir sehingga di bawah sadar proses berpikir dan logika mereka berjalan di bawah sadar sebagaimana kerja jantung memompa darah. Sebagai manusia juga kita seringkali disadarkan bahwa memang seringkali kita terluput dari hal-hal yang mungkin terlewat dari perhatian dan pikiran kita. Sebagai contoh ketika berita bahwa ada seorang pria mengamuk karena menolak isterinya pindah ke belakang karena sehari-hari dia biasa seranjang dengan isterinya tentu ini merupakan fakta yang lucu dan ambigue. Kalau itu untuk go car atau taksi mungkin masih relevan tetapi suami isteri atau keluarga yang memang mereka biasa bersama. Terlintas imaginasi sarkasme dalam pikiran saya bagaimana kalau si isteri ini,  hampir setiap malam  ketika mendesah nikmat punya kebiasaan bersin yang mungkin sekalian diartikan  mengeluarkan jin ditambah kebia...