This Ramadhan

Ramadhan kali ini kita mendapat ujian dan cobaan karena wabah covid melanda seluruh dunia. Seluruh dunia dihadapi persoalan dilematis terutama bagi negara-negara berkembang dan miskin mereka memiliki kompleksitas lebih besar.
Semua negara menginginkan negara mereka seperti Arab Saudi yang bisa menjalankan tuntunan Nabi dengan sempurna dalam hal ini dikarenakan keberkahan wilayah itu dan juga doa nabi Ibrahim agar daerah tersebut dijauhkan dari kesusahan serta diberikan kemakmuran sepanjang waktu dan zaman.
Sebagai seorang muslim apalagi yang tinggal di Indonesia turut merasakan kepedihan hati karena keterbatasan kondisi yang membuat Indonesia sangat jauh jika dibandingkan dengan negara yang makmur dan maju tetapi lebih baik dari pada negara miskin yang sama sekali Pemerintahnya tidak mampu melindungi masyarakatnya sama sekali.
Perdebatan, dilematis juga kompleksitas menunai beragam kontroversi dimana semuanya memiliki tujuan yang sama ingin melindungi negara dan masyarakat mereka sesuai sisi pandang mereka masing-masing.
Menyaksikan kontroversi ini lebih menyedihkan daripada musibah itu sendiri. Mengapa? Musiba jelas dari Allah dan akibat perbuatan tangan kita sendiri tetapi kontroversi adalah pilihan kita sendiri untuk membenci, mengutuk, menjatuhkan, berpikir negatif dan bermusuhan juga berpecah belah.
Kita tentu ingat ketika nabi Adam diturunkan ke bumi karena berprasangka negatif kepada Allah akibat prasangka yang dihembuskan syaithan yang berkata kalau mereka tidak boleh mendekati pohon tersebut karena Allah tidak menghendaki mereka abadi di Surga dan ternyata justru sebaliknya.
Kita semua tentunya memang harus berprasangka baik dengan semua yang berasal dari Allah pasti untuk kebaikan kita semua tetapi kita juga harus memahami keterbatasan mereka yang tidak mampu menjalankan bukan karena mereka tidak mau tetapi tidak mampu. Tuduhan mereka tidak mau taat ini menyakiti hati mereka karena sudah tidak mampu dilindungi secara penuh oleh negara mereka juga dituduh tidak mau mematuhi aturan agama mereka sedangkan secara kenyataannya mereka tidak mampu dijangkau pemerintah selain membiarkan mereka berusaha sebelum takdir yang lebih buruk dari yang buruk menjemput mereka atau bahkan justru takdir baik karena semua ketetapan asalnya dari Allah.
Kita sebagai manusia memiliki dua kondisi yang sangat sulit bagi kita semua bersabar dan bersyukur. Sebagai manusia kita adalah makhluk yang suka mengeluh, terburu-buru dan bakhil tiga sifat yang tidak mungkin bisa luput dari semua manusia kecuali para nabi dan wali Allah sekuat apapun mereka dan sesabar serta sedermawan apapun mereka tidak akan bisa lepas dari tiga sifat ini sehingga wajar ketika terlibat pada kompleksitas dan kontroversi juga permusuhan, kebencian dan perselisihan.
Agama kita mengajarkan agar yang kuat melindungi yang lemah dan yang lemah juga tidak bersikap berlebihan sehingga semua merupakan keseimbangan.
Yang kuat dengan yang lemah saling membutuhkan  sehingga hampir tidak mungkin dinafikan apalagi ditiadakan.
Kita harus lebih berkomunikasi dengan hati dan nurani kita sendiri agar bisa mendengar dan mengikuti suara hati yang bersih jauh dari arogansi dan benci.
Mereka yang berada di zona merah hendaknya menahan diri melakukan sholat id berjamaah dan bagi mereka di zona hijau kemungkinan mereka bisa menjalankan sholat id berjamaah sedangkan zona kuning harus melihat kepada wilayahnya apakah memang sudah bebas atau belum?
Karantina dan psbb antar wilayah terutama untuk zona merah belum bisa dihentikan karena ini akan menyebabkan penyebaran tidak bisa terkendali sehingga sementara untuk zona merah hanya arus barang dan pangan yang bisa masuk sedangkan untuk orang harus diliat urgensinya dan dicek kesehatan dan kondisinya secara langsung tidak bisa hanya mengandalkan surat sakit apalagi kalau yang bodong.
Hendaknya pemuka agama dalam masyarakat saling menguatkan dengan tidak adanya arus keluar masuk orang bukan berarti mereka tidak bisa berusaha atau bekerja tetap diperbolehkan hanya mereka tidak boleh keluar dari zona merah mereka sampai zona mereka berubah menjadi hijau.
Dibutuhkan pengertian, dukungan dan kerja sama diantara sesama masyarakat serta tinggalkan kontroversi yang akan membawa kerugian bagi kita sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM