Perfect But Limited
Kita sering merasa sebagai manusia kita bisa menentukan apa yang kita inginkan hanya karena kita makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk yang lain.
Kita memiliki otak, hati, perasaan, sensitivitas, daya analisa serta bisa mengendalikan lingkungan tetapi kita juga hanya mampu berusaha dan berdoa serta menerima apapun hasilnya setelah kita berusaha dengan atau tidak maksimal.
Kita sering menemui secara teori benar tetapi secara kondisi salah atau sebaliknya. Ini saja sudah membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk yang terikat dengan sesuatu yang lebih tinggi lagi dari mereka.
Kalau masyarakat Amerika mengatakan is it works sedangkan masyarakat muslim akan mengatakan sesuai dengan ijin Allah atau kehendak Allah atau qadarullah.
Apapun yang akan kita jalani atau dapatkan itu lah yang jadi ketetapan takdir buat kita sehingga tidak perlu kita berdebat apalagi sampai berpecah belah atau melakukan hal-hal bodoh lainnya.
Covid dengan atau tanpa gejala adalah covid sama seperti penyakit lain yang juga ada yang pake gejala atau tidak. The same condition but not the same kind.
Kalau Flu lebih ringan karena kita sudah terbiasa dengan flu. Begitu juga dengan polio dan lainnya walaupun memang covid ini adalah yang paling kompleks karena langsung menyerang perbafasan tetapi dengan adanya masker dan cadar ini adalah satu cara untuk melindungi diri. Kalau tidak mau kenakan masker maka kenakan cadar yg lebih longgar tapi tetap bisa efektif menutup wajah dari penularan dan resiko terinfeksi serta jangan gunakan terlalu sering dan langsung cuci dan ganti yang baru begitu selesai digunakan.
Harus bisa dibedakan juga mana sisi luar dan dalam karena kalau terbalik tentu mrk justru akan menghirup sisi luar yg menempel virus-virus corona tersebut tentu ini sangat berbahaya.
Kadang kondisi yang sulit juga membuat mereka menjadi lebih keras dan sulit diatur karena mereka seringkali tidak memiliki pilihan serta selalu dalam keadaan yang terbatas.
Ini membuat mereka secara tidak sadar membentuk karakter yang tertutup dan sempit. Demikian juga kalau mereka fanatik atau salah menilai kondisi ini juga bisa sangat fatal.
Masalah akan lebih ringan kalau saling bantu dan dukung bukan saling menyalahkan apalagi kontroversi.
Setiap keputusan tidak ada yang sempurna mereka memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Ini bukan masalah apakah itu benar atau salah tetapi secara kondisi apa yang paling tepat dan jalankan semua keputusan yang sudah ditimbang dan diputuskan dengan konsekuan dan saling bantu juga dukung.
Kita harus paham semakin terbatas satu kondisi maka da dua hal yang bisa terjadi tidak ada pilihan atau justru ada banyak ragam pilihan. Manakah yang paling sesuai dengan kondisi kita? Jalankan dengan konsekuen dan pahami tidak ada keputusan yang tidak memiliki resiko dan dampak. Yang mana yang paling kita jalani dengan konsisten? Thats matters.
Kita memiliki otak, hati, perasaan, sensitivitas, daya analisa serta bisa mengendalikan lingkungan tetapi kita juga hanya mampu berusaha dan berdoa serta menerima apapun hasilnya setelah kita berusaha dengan atau tidak maksimal.
Kita sering menemui secara teori benar tetapi secara kondisi salah atau sebaliknya. Ini saja sudah membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk yang terikat dengan sesuatu yang lebih tinggi lagi dari mereka.
Kalau masyarakat Amerika mengatakan is it works sedangkan masyarakat muslim akan mengatakan sesuai dengan ijin Allah atau kehendak Allah atau qadarullah.
Apapun yang akan kita jalani atau dapatkan itu lah yang jadi ketetapan takdir buat kita sehingga tidak perlu kita berdebat apalagi sampai berpecah belah atau melakukan hal-hal bodoh lainnya.
Covid dengan atau tanpa gejala adalah covid sama seperti penyakit lain yang juga ada yang pake gejala atau tidak. The same condition but not the same kind.
Kalau Flu lebih ringan karena kita sudah terbiasa dengan flu. Begitu juga dengan polio dan lainnya walaupun memang covid ini adalah yang paling kompleks karena langsung menyerang perbafasan tetapi dengan adanya masker dan cadar ini adalah satu cara untuk melindungi diri. Kalau tidak mau kenakan masker maka kenakan cadar yg lebih longgar tapi tetap bisa efektif menutup wajah dari penularan dan resiko terinfeksi serta jangan gunakan terlalu sering dan langsung cuci dan ganti yang baru begitu selesai digunakan.
Harus bisa dibedakan juga mana sisi luar dan dalam karena kalau terbalik tentu mrk justru akan menghirup sisi luar yg menempel virus-virus corona tersebut tentu ini sangat berbahaya.
Kadang kondisi yang sulit juga membuat mereka menjadi lebih keras dan sulit diatur karena mereka seringkali tidak memiliki pilihan serta selalu dalam keadaan yang terbatas.
Ini membuat mereka secara tidak sadar membentuk karakter yang tertutup dan sempit. Demikian juga kalau mereka fanatik atau salah menilai kondisi ini juga bisa sangat fatal.
Masalah akan lebih ringan kalau saling bantu dan dukung bukan saling menyalahkan apalagi kontroversi.
Setiap keputusan tidak ada yang sempurna mereka memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Ini bukan masalah apakah itu benar atau salah tetapi secara kondisi apa yang paling tepat dan jalankan semua keputusan yang sudah ditimbang dan diputuskan dengan konsekuan dan saling bantu juga dukung.
Kita harus paham semakin terbatas satu kondisi maka da dua hal yang bisa terjadi tidak ada pilihan atau justru ada banyak ragam pilihan. Manakah yang paling sesuai dengan kondisi kita? Jalankan dengan konsekuen dan pahami tidak ada keputusan yang tidak memiliki resiko dan dampak. Yang mana yang paling kita jalani dengan konsisten? Thats matters.
Komentar
Posting Komentar