Chaos
Sebagai manusia kita memang kerap mengalami chaos dan ambigue. Hal ini mungkin karena kita sebagai manusia pada dasarnya adalah makhluk yang berpikir sehingga di bawah sadar proses berpikir dan logika mereka berjalan di bawah sadar sebagaimana kerja jantung memompa darah.
Sebagai manusia juga kita seringkali disadarkan bahwa memang seringkali kita terluput dari hal-hal yang mungkin terlewat dari perhatian dan pikiran kita.
Sebagai contoh ketika berita bahwa ada seorang pria mengamuk karena menolak isterinya pindah ke belakang karena sehari-hari dia biasa seranjang dengan isterinya tentu ini merupakan fakta yang lucu dan ambigue.
Kalau itu untuk go car atau taksi mungkin masih relevan tetapi suami isteri atau keluarga yang memang mereka biasa bersama.
Terlintas imaginasi sarkasme dalam pikiran saya bagaimana kalau si isteri ini, hampir setiap malam ketika mendesah nikmat punya kebiasaan bersin yang mungkin sekalian diartikan mengeluarkan jin ditambah kebiasaannya makan jengkol? Atau kalau tanpa bersin setiap hari interaksi mereka begitu intim dan sekarang dipermasalahkan mereka bersebelahan dan mungkin sekalian aja mereka dirazia ketika sedang berhubungan intim. Jadi aneh kan?
Ini bukan bermaksud berbicara jorok tapi memang itu jadi sangat lucu dan mengada-ngada. Setiap hal itu ada batas toleransinya dan sesuatu yang tidak pada konteksnya akan menimbulkan masalah dan juga chaos, inkonsistensi juga ambigue karena memang kondisinya itu meragukan.
"Pak, kenapa gak razia tadi malam aja waktu dia nih pak, bersin atau buka mulut lebar2 mana bau jengkol lagi? Itu udah bukan sebelahan lagi tapi hadap2an dan udah gak ada jarak?"
Kenapa sih logika berpikir ini harus aktif? Mungkin supaya terhindar dari hal-hal yang tidak perlu dan menyusahkan kita sendiri.
"Anjing itu lambang binatang setia." hampir semua orang sulit mempercayai mengingat kalau anjing dikaitkan dengan negara dan setia benaran itu gak ada yang menggunakan istilah anjing. Anjing itu selalu mengkhianati orang lain hanya karena cinta buta walaupun mereka tidak salah dan benar, tidak ada bedanya buat anjing kalau bukan majikan mereka atau orang yang mereka sayang.
"Anjing bego, yang nyolong itu majikan lo bukan gue!"
Apa yang dilakukan si anjing tetep aja kan digigit dan rabies.
Istilah anjing juga digunakan untuk mereka yang jadi mata-mata dan berkhianat untuk negara dan masyarakatnya.
"Dasar anjing kumpeni dan gak pernah ada kucing kumpeni apalagi kelinci kumpeni..."
Semua paham kalau anjing dan tikus adalah dua binatang hina. Yang satu menggambarkan penjilat sedangkan yang satu pencuri.
Seringkali orang gunakan Pancasila itu untuk sifat-sifat yang bener-bener hina dan bikin chaos seperti intoleransi, asosial, islamphobia dan sesuatu yang jauh dari Pancasila itu sendiri sama seperti mereka yang mengatasnamakan syariat Islam tapi jauh dari Islam itu sendiri. Sama aja.
Berhenti cari kambing hitam apakah Pancasila atau syariat Islam bukan karena kita ini atheis atau tidak punya agama atau bukan Islam tapi karena kita sudah dewasa dan matang untuk membedakan mana perbuatan yang benar-benar baik dan tidak.
Ada lagi yang bikin gemas mereka yang mendalilkan janji adalah hutang tapi tidak ragu membabat pohon dan bersiap untuk banjir dan juga mengabaikan kalau masyarakat banyak yang membutuhkan tempat untuk berusaha dan berdagang juga masyarakt memerlukan tempat untuk rekreasi dan olahraga sehingga semua aspek terpenuhi.
Bukannya setiap janji yang menzolimi dan bisa menimbulkan kerusakan haram untuk dipenuhi? Kalau pun tetap dilakukan bukan memaksakan formula E tetapi menanam kembali pohon dan membangun tempat untuk menampung orang berjualan sehingga mereka tidak perlu mengganggu jalan dan mampu membayar sewanya. Karena kalau tempat yang tidak terjangkau sewanya banyak malah sampai tutup karena orang tidak mampu bayar sewa apalagi beli. Ini juga kemubaziran, pohon-pohon ditebang untuk property-property yang tidak bisa dimanfaatkan dan hanya untuk menyimpan uang karena kalau tujuannya ini lebih baik emas atau sesuatu yang lebih bermanfaat lainnya dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.
Bukan berarti tidak boleh punya property dan bukan investasi berharga tetapi menimbang keterbatasan lahan tentu tidaklah bijaksana kalau membangun property mengabaikan keseimbangan lingkungan juga ruang hijau, resapan air dan daerah aliran sungai.
Sekarang ini kenapa sering terjadi chaos di negeri kita yang tercinta kita ini? Karena tidak semua menunjukkan warna asli mereka banyak yang bersembunyi di balik topeng mereka apakah itu Pancasila, Syariat Islam, Muslim, Non Muslim, Atheis, Buruh, Pengusaha, Si kaya, Si miskin dan lain sebagainya.
Padahal semakin dewasa dan matang seseorang mereka akan menanggalkan semua itu dan lebih fokus pada substansi karena pada dasarnya yang Allah berikan dan anugrahkan pada kita semua berupa rahmat adalah fitrah yang dimiliki semua manusia dan selama manusia kembali pada fitrah mereka berupa kebaikan, kebenaran, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan dan segala jenis fitrah lainnya maka tidak akan turun bencana dan musibah pada manusia karena mereka tetap setia pada fitrah mereka dan terjaga dari segala keburukan, kejahatan juga segala macam rupa angkara murka karena yang menyebabkan timbulnya masalah, bencana, musibah, perselisihan, permusuhan, kebencian bahkan pembunuhan adalah karena manusia sudah tidak mendengarkan hati nuraninya serta tidak menggunakan akal sehatnya dan tidak suka berbuat adil dan bijaksana.
Fitrah is conscience and integrity. Allah tidak akan mencabut nikmat pada hambaNya sebelum mereka mencabut sebabnya.
Bukan berarti tidak boleh punya property dan bukan investasi berharga tetapi menimbang keterbatasan lahan tentu tidaklah bijaksana kalau membangun property mengabaikan keseimbangan lingkungan juga ruang hijau, resapan air dan daerah aliran sungai.
Sekarang ini kenapa sering terjadi chaos di negeri kita yang tercinta kita ini? Karena tidak semua menunjukkan warna asli mereka banyak yang bersembunyi di balik topeng mereka apakah itu Pancasila, Syariat Islam, Muslim, Non Muslim, Atheis, Buruh, Pengusaha, Si kaya, Si miskin dan lain sebagainya.
Padahal semakin dewasa dan matang seseorang mereka akan menanggalkan semua itu dan lebih fokus pada substansi karena pada dasarnya yang Allah berikan dan anugrahkan pada kita semua berupa rahmat adalah fitrah yang dimiliki semua manusia dan selama manusia kembali pada fitrah mereka berupa kebaikan, kebenaran, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan dan segala jenis fitrah lainnya maka tidak akan turun bencana dan musibah pada manusia karena mereka tetap setia pada fitrah mereka dan terjaga dari segala keburukan, kejahatan juga segala macam rupa angkara murka karena yang menyebabkan timbulnya masalah, bencana, musibah, perselisihan, permusuhan, kebencian bahkan pembunuhan adalah karena manusia sudah tidak mendengarkan hati nuraninya serta tidak menggunakan akal sehatnya dan tidak suka berbuat adil dan bijaksana.
Fitrah is conscience and integrity. Allah tidak akan mencabut nikmat pada hambaNya sebelum mereka mencabut sebabnya.
Komentar
Posting Komentar