Ambigue

Glass, Water, Fresh, Pour, Liquid, Refreshing, Splash
Bahasan ini sepertinya seperti membahas telur dengan ayam lebih dahulu mana?
Apa penyebab kehancuran negara kita pemimpin atau masyarakatnya atau dua-duanya? Atau takdir?
Kita runut dari mulai Soekarno dan memang ada kesalahan ketika beliau membuat konsep NASAKOM kesalahan mana yang akhirnya dikoreksi.
Memang hampir tidak ada kesalahan yang dilakukan kecuali konsep negara NASAKOM karena pada jaman ini belum dikenal korupsi secara luas dan para pejabat masih relatif idealis tetapi sayang rezim ini harus berakhir karena beresiko memancing perang saudara.
Di jaman orba, negara dikembalikan pada konsep Pancasila yang memang sudah dikenal sejak awal kemerdekaan dan merupakan kesepakatan seluruh masyarakat Indonesia dengan pengecualian Aceh menerapkan syariat Islam sebagai syarat bergabung.
Jaman ini mulai dikenal korupsi, kolusi dan nepotisme. Kebaikan dan keburukan berjalan beriringan sebagaimana keamanahan dan kecurangan bersisian. Kemungkinan Indonesia mulai memasuki fase hak dan batil bercampur?
Rezim ini terpaksa dihentikan karena praktek KKN semakin meluas dan hutang negara yang juga semakin menumpuk belum lagi bibit perpecahan dari Timur yaitu Timor Leste semakin mendesak dan melesak.
Banyak yang mengatakan bahwa berakhirnya rezim ini agar perekonomian masyarakat tidak terpuruk dan kenyataannya memang perekonomian masyarakat Indonesia sudah bermasalah sejak awal.
Jaman Soekarno apakah karena baru merdeka antrian beras terasa terutama di luar Jawa tetapi mereka tidak mengalami fase dimana pejabat melakukan korupsi dengan secara meluas dan besar-besaran.
Kemudian masuk fase reformasi yang episodenya nyaris sama panjangnya dengan sinetron tersanjung satu sampai dengan tujuh kah atau lebih?
Pada fase reformasi yang diagendakan melakukan perubahan dalam seratus hari yang akhirnya menjadi agenda setiap presiden yang terpilih dan tergantikan mereka wajib melalui ritual reformasi seratus hari untuk membedakan dengan rezim sebelum reformasi dimulai.
Pemerintahan setelah reformasi ini beragam mulainya tetapi semua sama tidak mampu memenuhi agenda 100 hari yang akhirnya menjadi mpls bagi setiap presiden.
Dan masing-masing presiden ini mencatat kesalahan mereka masing-masing dengan kewajiban yang sama yang dibebankan pada mereka sebagai berikut:
1. mereka tidak boleh berhutang
2. harus melunasi hutang secepatnya tapi ini bukan tuntutan masyarakat melainkan mereka yang memberi hutang
3. mereka juga harus memberikan sembako dan bbm murah begitu juga dengan energi dan listrik.
4. mereka juga tidak boleh kkn
5. mereka harus melakukan semua yang baik-baik/menguntungkan negara dan tidak boleh melakukan yang buruk/merugikan negara
Setiap presiden mencatat dosa mereka masing-masing mulai kkn, tidak ada program, jual asset, oligarkhi dan terakhir hutang infrastruktur.
Pertanyaannya jika kita sekali lagi mengganti presiden apakah kali ini mampu menjalankan agenda 100 hari yang diidamkan atau berlanjut lagi episode sinetron tersanjungnya atau akan mencetak dosa baru?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM