Effortless

Tree, Avenue, Nature, Landscape, Tree Lined Avenue

Prinsip memudahkan urusan itu sudah seharusnya dipegang sehingga tidak menimbulkan masalah dan kerumitan baru.
Yang sedang viral adalah ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk mengusahakan ambulance untuk jenasah keluarga mereka karena mereka tidak mampu membayar walaupun sekedar mengganti bensin atau memberikan upah sekedarnya pada supir yang mengantar menjadi pertimbangan yang harus dikaji kembali mengenai kebijakan ambulance yang ada di rumah sakit dan puskesmas.
Kebutuhan ambulance dan mobil jenasah sepertinya juga mirip kebutuhan akan rawat inap yang seringkali seperti si buah simalakama apalagi jika yang bersangkutan tidak memiliki biaya dan tentu saja hal ini harus dipikirkan jalan keluar bagaimana agar semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing?
Sepertinya rumah sakit atau puskesmas memang harus menyediakan layanan gratis bagi mereka yang tidak mampu bahkan mungkin ambulance atau mobil jenasah khusus jika dimungkinkan untuk mereka yang tidak mampu dan hal ini sudah pasti akan memberatkan operasional rumah sakit yang bersangkutan tetapi mungkin jika hal ini memang menjadi perhatian mereka bisa menemukan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan ini.
Rumah sakit itu adalah usaha yang melibatkan pelayanan kesehatan dengan kemampuan yang beragam dan memang sudah seharusnya mereka juga ikut berpartisipasi dalam hal pelayanan bagi masyarakat yang tidak mampu yang selama ini memang selalu menjadi masalah.
Prinsipnya adalah jangan sampai usaha yang tidak hanya selalu berorientasi bisnis mengabaikan fungsi sosial mereka apalagi terhadap mereka yang tidak mampu dan menginginkan layanan gratis karena ketidakmampuan mereka.
Darimana biayanya? Ini akan jadi pertanyaan utama karena untuk menyediakan layanan gratis artinya sepenuhnya hal itu menjadi tanggung jawab rumah sakit.
Mungkin bisa dengan memberlakukan subsidi silang, mengalokasikan dana csr mereka untuk layanan gratis yang mereka miliki atau memang sengaja memiliki budget khusus untuk mensupport layanan gratis tersebut bekerja sama dengan yayasan sosial, dinas sosial dan kesehatan. 
Prinsipnya rumah sakit perlu bersikap fleksibel dalam menyikapi perbedaan kemampuan pasien-pasien mereka dan tidak menghindar ketika memang mereka diharuskan menangani permasalahan tersebut sampai selesai.
Mereka perlu menyediakan berbagai layanan ambulance mulai yang berbayar sampai yang gratis seperti halnya mereka menyediakan layanan kesehatan VVIP sampai dengan kelas tiga atau terpaksa menggratiskan jika memang hal itu harus dilakukan.
Hal ini pasti menjadi dilema disamping biaya kesehatan yang memang tidak murah diberi beban untuk memperhatikan mereka yang tidak mampu.
Mereka bisa membentuk layanan yang bekerja sama dalam menangani pasien yang tidak mampu dengan rumah sakit dan puskesmas lain untuk membantu menangani permasalahan mereka sampai selesai dan tidak ada lagi keluhan atau masalah semacam ini.
Kerjasama seperti ini untuk memudahkan mereka sendiri dalam menangani permasalahan ini secara  bersama karena yang seringkali terjadi mereka tidak diurus dan tidak dipermudah apalagi diberikan kepada mereka yang mungkin kebetulan sedang kosong rumah sakitnya atau sedang mengalami kelebihan laba sehingga mungkin persoalan tersebut menjadi ringan buat mereka.
Mempermudah layanan bpjs mulai biaya, administrasi dan pembayarannya sehingga mereka bisa mulai mencicil biaya kesehatan mereka sesuai dengan kemampuan mereka sehingga ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan dengan iuran bpjs yang mereka lakukan bisa ikut meringankan beban tersebut.
Rumah sakit juga mulai bisa bekerja sama dengan yayasan-yayasan yang memiliki kepedulian yang sama dan juga bisa meringankan beban rumah sakit tersebut dan membantu mereka agar dapat memberikan layanan yang dimaksud. 
Menggunakan SKTM, memiliki kartu yang menunjukkan kondisi ketidakmampuan mereka.
Meminjamkan  mobil ambulance atau  jenasah jika memang yang dibutuhkan untuk mengangkut jenasah bukan orang yang membutuhkan pengobatan.
Mengupayakan mobil ambulance dan pelayanan kesehatan yang murah sehingga bisa menekan biaya tanpa mengurangi kewajiban untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. 
Melakukan efisiensi dalam mengatur keuangan mereka dengan mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu dialihkan kepada yang lebih perlu agar tanggung jawab sosial mereka bisa terpenuhi dengan baik.
Mendalami permasalahan ini sehingga bisa diambil berbagai strategi agar permasalahan ini tidak lagi menjadi keluhan dan permasalahan pada prinsipnya adalah setiap orang ingin dilayani dan dipermudah urusan mereka sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Mereka tidak ingin diabaikan atau mendapatkan penolakan di saat mereka membutuhkan bantuan. Mereka menginginkan empati dan juga sikap yang tepat dari pihak yang mereka harapkan bantuan dan pertolongannya.
Menyempurnakan pelayanan rumah sakit tidak hanya melayani mereka yang mampu tetapi juga memikirkan mereka yang tidak mampu.
Dinas sosial dan kesehatan mungkin ada baiknya juga memiliki dana sosial dan kesehatan bagi mereka yang tidak mampu yang bisa dijadikan tempat bagi rumah sakit untuk berbagi beban dan bantuan yang dimintakan seminimal mungkin tetapi setidaknya bisa ikut meringankan dan berbagi beban dengan rumah sakit yang bersangkutan apalagi jika pendanaan mereka terbatas dan butuh bantuan. 
Tidak melebarkan masalah jika yang mereka kehendaki meminjam mobil ambulance/jenasah untuk memudahkan urusan mereka maka sebaiknya diberikan atas dasar pertimbangan sosial dan kemanusiaan.
Cara-cara lain yang lebih efektif dan bisa menangani permasalahan dengan baik.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM