Fitrah

Wine Glasses, Stemware, Crystal, Party, Glasses

Fitrah adalah sesuatu yang bening dan bersih dalam diri kita sendiri. Tidak ada yang mampu merampasnya kecuali diri kita sendiri sebagaimana sabda Allah, Allah tidak akan mencabut nikmat atas manusia sampai dengan mereka mencabut sendiri sebab nikmat diturunkan pada mereka. 
Fitrah diberikan pada manusia ketika mereka lahir. Tanpa noda dan dosa bersih dari setiap kesalahan dan kejahatan.
Dalam perjalanannya ada manusia yang bisa menjaga fitrahnya dan ada pula yang tidak.
Beragam godaan, cobaan dan juga kesalahan silih berganti menghampiri manusia dan mereka akan mulai mengenal hal-hal yang bisa merusak fitrah mereka dengan mengenal perasaan-perasaan negatif, prilaku-prilaku negatif juga pemikiran-pemikiran negatif.
Seorang pencuri tidaklah terlahir sebagaimana pencuri sebagaimana seorang pembunuh tidak terlahir menjadi pembunuh mereka semua sama merupakan bayi-bayi yang bersih dari noda serta dosa terjaga dari segala kesalahan dan juga kejahatan.
Al kisah berbagai hal mendorong seorang manusia berbuat dosa mulai hawa nafsu, iri, keterpaksaan, kemarahan, keputusasaan, kemiskinan dan lain sebagainya yang menjerumuskan manusia dalam kubangan dosa.
Manusia mulai mengenal ragam dosa dan kesalahan. Mereka semua mendambakan kebaikan dan kemuliaan sebagaimana mereka membenci kejahatan dan kehinaan. 
Semua berusaha menuju kebaikan dan kemuliaan karena merupakan fitrah ketika manusia menyukai kebaikan dan kemuliaan. Mereka menyukai sifat-sifat juga prilaku-prilaku terpuji juga pemikiran-pemikiran terpuji.
Merupakan fitrah juga manusia menyukai keindahan apakah itu secara jasmani maupun rohani. Keindahan juga keselarasan juga menjadi fitrah mereka karena pada dasarnya manusia makhluk yang menyukai keindahan serta cenderung pada yang indah-indah apakah itu secara pandangan mata, hati  maupun jiwa.
Fitrah manusia menyukai kejujuran dan keamanahan dibandingkan kecurangan dan pengkhianatan. Menyukai kecerdasan juga kerendahhatian dibanding kebodohan dan juga kesombongan. Menyukai perdamaian dibandingkan permusuhan. Menyukai kasih sayang dibanding kebencian. Menyukai kesantunan dibanding kemarahan. Menyukai kesopanan dibanding kekasaran. Menyukai kebaikan dibanding kejahatan. Menyukai keadilan dibanding kezaliman. Menyukai kebijaksanaan dibanding kekakuan. Menyukai pengertian dibanding pemaksaan. Menyukai kemuliaan dibanding kehinaan. Menyukai keteraturan dibandingkan kekacauan. Menyukai kemudahan dibanding kesulitan. Menyukai kebahagiaan dibandingkan kesedihan. Menyukai kenyamanan dibandingkan penderitaan.Menyukai kemanusiaan dibandingkan kebiadaban. Menyukai memelihara kehidupan dibanding pembunuhan.Menyukai kesabaran dibandingkan kemarahan. 
Kembali kepada fitrah dan kesucian adalah artinya kembalinya manusia pada nilai-nilai kebaikan yang bisa mensucikan dirinya dari segala hal yang bisa merusak tidak hanya dirinya melainkan juga fitrahnya sebagai manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM