Leadership

Team Spirit, Cohesion, Together, Generations, Family

Kemungkinan yang dialami oleh permasalahan kita adalah leadership. Karena jika menyimak pengertian leadership maka seharusnya negara kita memiliki arah yang benar dan tidak selalu terus menerus berada dalam lingkaran masalah.
Untuk membuat negara berjalan dengan baik serta mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik tentu saja mereka membutuhkan pengaturan-pengaturan yang baik juga efektif tidak hanya efisien.
Kita melihat bahwa bagian terbesar yang membuat pemborosan dalam negara kita adalah biaya politi, rekrutment politikus dan juga pejabat serta staff yang bekerja di parlemen dan pemerintahan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan jika melihat hasil pekerjaan mereka. 
Mereka tidak kompeten, terlibat kkn, tidak mengetahui prioritas pekerjaan mereka, tidak mampu bekerja sama, tidak mampu bersikap profesional sekaligus fleksibel ketika bekerja sehingga banyak pekerjaan mereka yang tidak efisien serta tidak mampu dijalankan secara kontinue dan komprehensif.
Banyak yang tidak memahami bahwa pekerjaan mereka menyejahterakan bukan menyengsarakan. Mendamaikan bukan meramaikan. 
Mereka tidak mampu bekerja sebagai tim dan itu adalah kenyataan dan bagi mereka sangat penting dalam setiap pekerjaan harus ada name tag walaupun secara kenyataan banyak pekerjaan yang harus dilakukan tanpa diketahui siapa yang melakukan dan bagaimana hal itu dikerjakan.
Mereka masih mengedepankan kemenangan pribadi, golongan atau apapun tetapi tidak pernah menjadikan kemenangan bersama sebagai tujuan dan kepentingan mereka.
Sangat gemar membenturkan keadaan dan menciptakan masalah. Leadership is problem solving not problem maker. 
Pekerjaan dalam leadership adalah memperkuat kondisi yang positif bukan melemahkan dan memberikan dukungan sepenuhnya ketika hal itu memang harus dilakukan. 
Banyak sekali perdebatan-perdebatan yang tidak prinsip dan hanya membuang-buang waktu sedangkan sudah seharusnya permasalahan-permasalahan yang memang kerap menjadi masalah dipelajari dan didalami agar benar-benar diselesaikan secara efisien.
Apa permasalahan negara ini?
1. Intoleransi dan biasanya ini membahas permasalahan rumah ibadah yang melanggar ketentuan sk 3 menteri, melakukan penipuan atau penyesatan ketika memenuhi persyaratannya, tidak memperoleh persetujuan dari masyarakat sekitarnya dan ada pejabat yang memihak dan hal ini kerap menjadi masalah di kemudian hari.Tidak sesuai antara kebutuhan rumah ibadah dengan jumlah pemeluk yang membutuhkannya.Rumah ibadah tidak berada di tempat yang seharusnya dan menimbulkan kesensitifan juga kebencian masyarakat sekitarnya.
2. Komunisme adalah merupakan sesuatu yang paling ditakuti karena akan menimbulkan gejolak penolakan dimulai sejak 1948, 1965 dan hari ini kegelisahan mengenai hal ini meliputi seluruh masyarakat Indonesia. 
Secara politik jelas keberadaan mereka tertolak dan tidak dikehendaki sama sekali baik secara hukum tertulis maupun tidak tertulis tetapi secara individu, negara juga tidak mungkin mencampuri apalagi mengendalikan pemikiran dan pilihan mereka dalam ruang pribadi mereka masing-masing sebagaimana Tuhan sendiri menghargai ruang pribadi para hambaNya dengan tidak memaksakan keimanan atas mereka walaupun hal itu bukan sesuatu yang mustahil tetapi keikhlasan dalam beribadah dan konsisten itu yang diharapkan tanpa paksaan dari siapapun murni pilihan hati mereka sendiri. 
Komunisme menyerupai aliran atau mereka yang percaya Tuhan tetapi enggan beragama. 
Yang perlu disikapi adalah bukan meniadakan identitas beragama semua orang atas dasar alasan tidak ada diskriminasi atau perselisihan yang berkaitan dengan agama. Argumen semacam ini jelas tidak berdasar sama sekali karena untuk menikah, bekerja, sekolah bahkan melahirkan sampai dengan kematian kita membutuhkan identitas agama untuk membedakan kita akan menikah dengan mengikuti agama apa dan aturan agama apa yang akan jadi acuan ketika pernikahan berlangsung sampai dengan terjadinya perceraian jika terjadi dan jika tidak terjadi maka kita tetap membutuhkan identitas agama untuk mengetahui bagaimana warisan itu akan dibagi kepada ahli waris. 
Ketika kematian menghampiri kita masyarakat juga membutuhkan informasi akan dikuburkan dengan cara agama apa?
Dalam bekerja kita juga membutuhkan identitas agama karena seringkali dalam satu komunitas mereka merasa lebih nyaman jika suatu pekerjaan diberikan kepada mereka yang memiliki agama yang sama apalagi jika pekerjaan itu menyangkut lingkungan dan aturan agama tertentu misal sekolah islam, katolik tentu akan lebih nyaman jika merekrut orang-orang yang memang memiliki agama yang sama dengan mereka. Begitu juga untuk ketentuan apakah pegawai akan diberikan thr ketika hari raya, natal atau hari raya hindu atau budha itu juga butuh identitas agama. 
Menentukan atasan dan juga bawahan tentu saja merupakan satu kewajaran jika perimbangan semacam ini menjadi pertimbangan dan hal-hal wajar lainnya.
Bahkan untuk urusan melahirkan identitas agama anak juga menjadi penting apalagi untuk mereka yang memang memeluk agama secara turun temurun sedangkan pengosongan bisa dilakukan jika memang mereka tidak memeluk agama atau tidak termasuk agama yang diakui bukan diskriminasi akan tetapi sangat merepotkan jika terlalu banyak agama yang harus diperhatikan oleh pemerintah sedangkan kemungkinan mereka dikenal belakangan dan belum diketahui apakah akan diterima masyarakat luas.
Mereka yang mengakui Tuhan tetapi enggan beragama juga bisa melakukan pengosongan akan tetapi bukan berarti semua orang dianggap tidak memerlukan identitas agama tersebut dan bisa melakukan pengosongan.
3.Kristenisasi juga menggelisahkan masyarakat dan kerap membuat masalah karena standart toleransi mereka yang tidak lazim menyulitkan masyarakat yang berbeda dengan mereka. 
Mereka meyakini setiap orang harus dikristenkan dan tentu saja itu akan jadi masalah dan sangat bertentangan dengan prinsip agama dalam islam tanpa paksaan sedangkan mereka sebaliknya harus memaksa dan itu bagian dari kewajiban mereka kepada Tuhan mereka sehingga program-program mereka sudah pasti memaksa  dengan segala cara dan akan sangat tegang ketika Tuhan bersikap otoriter semacam ini dan tidak menghargai sama sekali pilihan pribadi apakah itu dilakukan atas dasar pilihan hati atau tidak.
4. Kemiskinan adalah merupakan hal yang menjadi momok dalam masyarakat. Ketidakmampuan seringkali membuat mereka mendapatkan pengabaian dan juga penolakan ketika mereka membutuhkan pertolongan terutama pengobatan dan juga ketika mereka ingin memenuhi hajat hidup mereka seperti makanan,  pendidikan dan kesehatan.
Kemiskinan juga menjadi penghalang mereka mendapatkan pendidikan walaupun mereka memenuhi syarat untuk menempuh pendidikan secara karakter dan atau kecerdasan.  Seringkali kecerdasan mereka tidak mampu difasilitasi.
Kemiskinan juga membuat mereka seringkali melanggar ketertiban umum dan seringkali mereka menjadi masalah secara ketertiban umum, sosial dan juga kriminalitas.
5. Pengangguran adalah merupakan hal yang menakutkan karena dengan jumlah penduduk yang besar mereka membutuhkan lapangan pekerjaan yang memadai disamping kesempatan berusaha. 
6.Moralitas adalah juga salah satu yang bisa menjadi gesekan sosial dikarenakan seringkali pilihan pribadi tidak berkesesuaian dengan aturan dalam masyarakat. Pelacuran, lgbt, perzinahan dan pakaian di tempat umum. 
7. Kebiasaan merusak seperti minuman keras, perjudian, narkoba, pornografi dan pornoaksi.
8.Harga dan suplai produk 
9. Korupsi
10.Lingkungan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM