Keadilan, kemakmuran, kedamaian dan kemanusiaan

Menjadi negara yang memiliki masyarakat adil, makmur, damai dan sejahtera pastilah impian setiap masyarakat.
Mereka pasti mendambakan keamanan, kedamaian, keharmonisan, kemakmuran, kesejahteraan dan kebijaksanaan. Ketentraman, ketenangan dan kenyamanan yang sesungguhnya.
Dimana setiap orang menghargai satu sama lain. Saling menghormati. Menyayangi dan tidak ingin menganggu atau menyakiti orang lain. Mereka juga berada dalam kebaikan dan sangat mencintai kebenaran dan juga keadilan sehingga tidak ada fitnah, kebencian, permusuhan, dendam dan sakit hati apalagi pembunuhan maupun penganiayaan.
Mungkin surga sebelum surga ketika kita berada dalam lingkupan rahmat Tuhan Yang Maha Esa menurunkan rahmat dan rahimNya sehingga semua manusia berada dalam kebaikan dan juga curahan kasih sayang sesama manusia.
Bagaimanakah curahan kasih sayang sesama manusia? Mereka selalu menginginkan kebaikan untuk diri mereka sendiri dan juga orang lain. Saling menjaga agar setiap orang bisa terjaga dalam kebaikan mereka masing-masing karena pada dasarnya setiap manusia adalah fitrah ketika mereka lahir.
Ketika kita berbicara tentang kenaikan harga jika memang kita semua diliputi kebaikan maka kita akan mempertimbangkan berbagai sisi dan tidak mudah memutuskan untuk berada dalam keadaan yang bisa menyusahkan orang lain apalagi secara luas.
Semakin dipikir saya semakin yakin memang harus ada perbedaan barang-barang yang dijual di pasar dengan non pasar bahkan idealnya mereka semua harus menjual dengan harga murah demi kenyamanan bersama dan kelancaran urusan semua orang tetapi jika memang sudah banyak orang yang terlibat dalam usaha tersebut dan akan mengakibatkan pengangguran atau hal yang lebih sulit lagi tentu sudah waktunya juga kita mengevaluasi sesuatu dengan hati-hati tanpa menimbulkan dampak yang serius dan meluas.
Pembedaan harga pasar dan non pasar ini mirip penjualan pertalite dan pertamax atau memang penjualan biasa dimana pasar memang tempat kebutuhan untuk menyediakan harga paling murah dan relatif murah sehingga bisa dijangkau oleh masayarkat luas dan segala lapisan masyarakat.
Kadang kita membenci politik jika itu membawa keburukan tetapi kita menyukainya jika itu bisa membawa kebaikan dan kemashlahatan karena jika tidak ada bulog atau penjualan langsung dari pemerintah maka masyarakat akan semakin sengsara dan mungkin inflasi semakin tinggidalam hal ini terasa sekali fungsi politik bermanfaat untuk masyarakat. Politik juga mengatur segala sesuatu agar berjalan dengan harmonis, aman, damai, adil dan bijaksana serta makmur sejahtera.
Kadang kita membenci politik jika itu membawa keburukan tetapi kita menyukainya jika itu bisa membawa kebaikan dan kemashlahatan karena jika tidak ada bulog atau penjualan langsung dari pemerintah maka masyarakat akan semakin sengsara dan mungkin inflasi semakin tinggidalam hal ini terasa sekali fungsi politik bermanfaat untuk masyarakat. Politik juga mengatur segala sesuatu agar berjalan dengan harmonis, aman, damai, adil dan bijaksana serta makmur sejahtera.
Yang jadi pertanyaan adalah mengapa perekonomian negara kita labil dan begitu juga dengan kehidupan berbangsa, bernegara juga bermasyarakat kita?
Menjadi masyarakat pluralis kalau tidak disertai sikap tenggang rasa atau empati akan membawa masyarakat pada serangkaian kebencian dan permusuhan padahal Tuhan menciptakan kita semua untuk saling mengenal bukan untuk saling menjegal apalagi membegal.
Kita harus menciptakan kedamaian dalam diri kita masing-masing sebelum mengharapkan kedamaian di luar diri kita masing-masing.
Bagaimana cara mendapatkan kedamaian? Dengan selalu mencintai semua yang baik-baik, kebenaran, kejujuran, keadilan dan juga kebijaksanaan.
Komentar
Posting Komentar