Pernikahan Dini

Topik yang sedang hangat adalah pernikahan dini. Sama kontroversialnya dengan edukasi kondom untuk mencegah AIDS dan safe sex.
Mengapa tidak ada penggabungan di dalam membahas satu urusan yang mungkin akan lebih sempurna dibandingkan membahas sepotong dengan sepotong.
Pernikahan dini dikenal sejak dulu jaman kerajaan kuno bahkan jika mereka yang lahir tahun tigapuluhan sampai dengan lima puluhan juga masih mengalami lazimnya pernikahan dini dimana orang tua dengan anak usianya tidak terlalu jauh beda dan mereka seperti layaknya adik kakak dan mereka baik-baik saja.
Yang sering dipermasalahkan adalah bagaimana nanti kalau mereka menuntut ilmu apakah terganggu?
Apakah kalau mereka menuntut ilmu sampai selesai menjamin mereka akan menjalankan pekerjaan?
Artinya bukan apakah mereka selesai atau tidak selesai menuntut ilmu tetapi apakah mereka bisa menjalankan hidup mereka dengan lebih baik dan fokus?
Apakah kalau mereka menuntut ilmu sampai selesai menjamin mereka akan menjalankan pekerjaan?
Artinya bukan apakah mereka selesai atau tidak selesai menuntut ilmu tetapi apakah mereka bisa menjalankan hidup mereka dengan lebih baik dan fokus?
Pilihan beragam ada yang memutuskan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan mereka dan ada juga yang tidak.
Ada yang memutuskan menjalankan semua yang bisa mereka jalankan mulai dari sekolah, bekerja dan berkeluarga dan ada juga yang memutuskan memilih apa yang bisa dan lebih nyaman mereka lakukan.
Intinya adalah hidup adalah pilihan dan bagaimana melakukan pilihan dengan lebih baik.
Bagaimana kalau terjadi kawin cerai memang kalau mereka tidak menikah menjamin mereka tidak melakukan perzinahan dan putus sambung dalam hubungan yang mereka jalani?
Resiko selalu ada ketika kita memutuskan sesuatu hanya saja mengapa tidak mencoba menghargai pilihan yang benar dan berusaha mendukung dan membuat pilihan tersebut lebih nyaman?
Bagaimana kalau terjadi kawin cerai memang kalau mereka tidak menikah menjamin mereka tidak melakukan perzinahan dan putus sambung dalam hubungan yang mereka jalani?
Resiko selalu ada ketika kita memutuskan sesuatu hanya saja mengapa tidak mencoba menghargai pilihan yang benar dan berusaha mendukung dan membuat pilihan tersebut lebih nyaman?
Mereka yang menikah dini sudah tentu seringkali perlu dibantu tetapi itu tidak hanya mereka yang menikah dini sebenarnya melainkan banyak juga mereka yang sudah menikah membutuhkan bantuan dari keluarga mereka untuk membantu mereka dalam hal mengurus anak maupun finansial.
Mereka bisa memutuskan menggunakan alat kontrasepsi jika mereka belum siap memiliki anak. Mereka bisa memilih mulai kondom, spiral, pil atau alat kb yang mereka anggap sesuai dengan kondisi mereka.
Yang tidak boleh mereka sembunyikan tentu status pernikahan mereka karena rasanya tidak adil jika pasangan, keluarga, teman, kerabat dan lingkungan mereka tidak mengetahui dengan jelas apakah pasangan/keluarga/tetangga/teman mereka seorang duda, bujangan, janda atau perawan.
Mereka juga harus melangsungkan pernikahan mereka sebaik mungkin sehingga diketahui oleh keluarga, teman, kerabat dan lingkungan mereka dengan baik sehingga tidak ada fitnah.
Tidak ada keharusan melangsungkan pernikahan secara mewah apalagi berlebihan yang penting mereka memenuhi rukun nikah dan tidak menjadi fitnah bagi keluarga, teman, kerabat dan lingkungan mereka.
Dalam masyarakat kita masih banyak yang mengartikan pernikahan harus dengan resepsi bukan tidak boleh tetapi resepsi bukan termasuk yang diwajibkan dalam pernikahan yang dianjurkan adalah mengadakan walimah agar tidak terjadi fitnah. Tidak lucu kan pasangan menikah dikira kumpul kebo, digrebek dan dipermalukan apalagi kalau sampai dikucilkan karena dikira kumpul kebo karena tidak ada keterbukaan dalam hal walimah.
Walimah tidak harus mengenakan pakaian adat atau tertentu. Bebas yang penting sopan dan menutup aurat dengan baik begitu juga dengan hidangan tidak selalu dipaksakan harus di luar kemampuan dan jika hanya bisa menyediakan aqua maka itu sudah cukup dan kalau masih bisa membeli kue atau makanan lain itu lebih baik.
Kematangan tidak selalu berbanding lurus dengan usia hanya saja ketika ada yang ingin menjalankan pilihannya dengan jalan yang benar setidaknya dukung dan bantulah.
Hanya jaman sekarang ini saja kita tidak terbiasa dengan pernikahan dini padahal tidak seharusnya status pernikahan seseorang menghambat hak seseorang untuk menuntut ilmu dan bekerja. Jangan sampai dibalik ya?
Mereka bisa memutuskan menggunakan alat kontrasepsi jika mereka belum siap memiliki anak. Mereka bisa memilih mulai kondom, spiral, pil atau alat kb yang mereka anggap sesuai dengan kondisi mereka.
Yang tidak boleh mereka sembunyikan tentu status pernikahan mereka karena rasanya tidak adil jika pasangan, keluarga, teman, kerabat dan lingkungan mereka tidak mengetahui dengan jelas apakah pasangan/keluarga/tetangga/teman mereka seorang duda, bujangan, janda atau perawan.
Mereka juga harus melangsungkan pernikahan mereka sebaik mungkin sehingga diketahui oleh keluarga, teman, kerabat dan lingkungan mereka dengan baik sehingga tidak ada fitnah.
Tidak ada keharusan melangsungkan pernikahan secara mewah apalagi berlebihan yang penting mereka memenuhi rukun nikah dan tidak menjadi fitnah bagi keluarga, teman, kerabat dan lingkungan mereka.
Dalam masyarakat kita masih banyak yang mengartikan pernikahan harus dengan resepsi bukan tidak boleh tetapi resepsi bukan termasuk yang diwajibkan dalam pernikahan yang dianjurkan adalah mengadakan walimah agar tidak terjadi fitnah. Tidak lucu kan pasangan menikah dikira kumpul kebo, digrebek dan dipermalukan apalagi kalau sampai dikucilkan karena dikira kumpul kebo karena tidak ada keterbukaan dalam hal walimah.
Walimah tidak harus mengenakan pakaian adat atau tertentu. Bebas yang penting sopan dan menutup aurat dengan baik begitu juga dengan hidangan tidak selalu dipaksakan harus di luar kemampuan dan jika hanya bisa menyediakan aqua maka itu sudah cukup dan kalau masih bisa membeli kue atau makanan lain itu lebih baik.
Kematangan tidak selalu berbanding lurus dengan usia hanya saja ketika ada yang ingin menjalankan pilihannya dengan jalan yang benar setidaknya dukung dan bantulah.
Hanya jaman sekarang ini saja kita tidak terbiasa dengan pernikahan dini padahal tidak seharusnya status pernikahan seseorang menghambat hak seseorang untuk menuntut ilmu dan bekerja. Jangan sampai dibalik ya?
Komentar
Posting Komentar