Bangsa Kita

Bangsa kita dikenal sebagai pelaut, petani dan pedagang. Sehingga seharusnya memang kita memperkuat dan mempertegas apa yang memang sudah menjadi warisan leluhur.
Bangsa kita memang rentan dengan budaya kkn dan feodalisme dan kemungkinan disitu pulalah kita harus waspada.
Bangsa kita juga sangat ringkih dengan perseteruan, perselisihan dan perpecahan sepertinya disitu kita harus semakin berhati-hati.
Kita mewarisi hal-hal baik dan juga buruk dari leluhur dan juga kebiasaan yang ada dalam masyarakat kita.
Kita memang dikenal ramah dengan segala budi pekerti tetapi juga dikenal pengiri dan kalau tidak hati-hati segala dukun, sihir, fitnah, sabotase dan semua hal yang mencelakakan bisa terjadi.
Kita juga dikenal religius dan agamis tetapi kita juga dikenal memiliki ambigue dan kesemerawutan dalam bertoleransi, bersikap, berkata dan berbuat.
Kita memang dikenal ramah dengan segala budi pekerti tetapi juga dikenal pengiri dan kalau tidak hati-hati segala dukun, sihir, fitnah, sabotase dan semua hal yang mencelakakan bisa terjadi.
Kita juga dikenal religius dan agamis tetapi kita juga dikenal memiliki ambigue dan kesemerawutan dalam bertoleransi, bersikap, berkata dan berbuat.
Bangsa kita juga memiliki kesukaan literasi dan juga politisi kedua sisi yang sebenarnya bisa menjadi dua mata pisau dan semua tergantung bagaimana kita menggunakannya dalam kehidupan kita.
Yang jelas memang sudah jadi warisan budaya bangsa kita suka sekali berdebat dan memang lebih memiliki bakat dalam bidang politik sehingga dikenal sebagai politik dagang sapi bukan berdagang sapi dan mengapa stok daging sapi susah sedangkan stok politikus melimpah ruah.
Bangsa kita juga lekat dengan pekerjaan sebagai profesional apakah itu menjadi dokter, insinyur, pegawai, guru, ulama, oposisi dan lain sebagainya.
Apapun itu yang menjadi ciri khas bangsa kita semoga bangsa kita abadi dalam kebaikannya dan mengubur dalam-dalam keburukannya.
Yang jelas memang sudah jadi warisan budaya bangsa kita suka sekali berdebat dan memang lebih memiliki bakat dalam bidang politik sehingga dikenal sebagai politik dagang sapi bukan berdagang sapi dan mengapa stok daging sapi susah sedangkan stok politikus melimpah ruah.
Bangsa kita juga lekat dengan pekerjaan sebagai profesional apakah itu menjadi dokter, insinyur, pegawai, guru, ulama, oposisi dan lain sebagainya.
Apapun itu yang menjadi ciri khas bangsa kita semoga bangsa kita abadi dalam kebaikannya dan mengubur dalam-dalam keburukannya.
Komentar
Posting Komentar