Edukasi Masyarakat

Educate your society better than you will educate your country well.
Masyarakat seperti layaknya anak-anak yang juga butuh arahan dan bimbingan walaupun di antara mereka tidak selalu berupa bayi atau balita tetapi seringkali mereka tidak dapat berprilaku atau berproses secara baik dan matang karena multifaktor dan sebab.
Well, we all know ages is a number while matureness is a choices. That show us how is matureness is not reflected to numbers because many people belived to desdruktive ways, predijuce, labelling and connect to quickly.
Than believed that constructive ways will deliver proper outcome, how to proceed the process well done in right and positive ways.
Than believed that constructive ways will deliver proper outcome, how to proceed the process well done in right and positive ways.
Wisdom is understanding while fairness is limit. We can not used only one of them because they are the most important thing part in decent life just like automatic car.
Wisdom is to break everything that has to reconsidered again while fairness is gas to encourage people to do the right thing.
Banyak permasalahan dalam masyarakat yang membutuhkan kedua hal ini baik masalah ekonomi, sosial, politik dan moralitas.
Tidak ada yang mengatakan bahwa edukasi masyarakat itu proses instant bisa diibaratkan mencuci piring atau membersihkan rumah yang harus dilakukan setiap hari. Kalau cuma sesekali atau sekali aja artinya itu piring bisa berjamur dan rumah tersebut seperti rumah hantu.
Dan kita harus menyerahkan urusan tersebut kepada mereka yang diberi kepercayaan, kewenangan dan kompetensi agar proses edukasi bisa berjalan teratur, tertib dan lancar sehingga membiasakan masyarakat untuk konsisten dan konsekuen.
Jika kita bicara proses artinya kita bicara prosedur dan kebijakan yang akan diambil ketika kita menangani suatu permasalahan agar permasalahan tersebut bisa diatasi dengan baik tanpa benturan apalagi keberatan atau pergolakan dari masyarakat karena cara yang ditempuh adil, bijaksana dan proposional.
Persekusi, anarkis dan kezaliman bukanlah cara yang disetujui dalam masyarakat sama seperti mereka tidak menyetujui pembiaran dan kebebasan yang tidak bertanggung jawab.
Yang bisa diterima oleh masyarakat adalah penertiban,musyawarah, laporan, saksi, bukti, keberatan, kebijaksanaan dan keadilan.
Kita mengabaikan cara-cara yang konstruktif dengan memberikan mereka pemahaman dan pengalaman dalam mengatasi permasalahan mereka karena namanya manusia ada yang cepat menyadari kesalahannya dan ada juga yang tidak.
Dan kita harus menyerahkan urusan tersebut kepada mereka yang diberi kepercayaan, kewenangan dan kompetensi agar proses edukasi bisa berjalan teratur, tertib dan lancar sehingga membiasakan masyarakat untuk konsisten dan konsekuen.
Jika kita bicara proses artinya kita bicara prosedur dan kebijakan yang akan diambil ketika kita menangani suatu permasalahan agar permasalahan tersebut bisa diatasi dengan baik tanpa benturan apalagi keberatan atau pergolakan dari masyarakat karena cara yang ditempuh adil, bijaksana dan proposional.
Persekusi, anarkis dan kezaliman bukanlah cara yang disetujui dalam masyarakat sama seperti mereka tidak menyetujui pembiaran dan kebebasan yang tidak bertanggung jawab.
Yang bisa diterima oleh masyarakat adalah penertiban,musyawarah, laporan, saksi, bukti, keberatan, kebijaksanaan dan keadilan.
Kita mengabaikan cara-cara yang konstruktif dengan memberikan mereka pemahaman dan pengalaman dalam mengatasi permasalahan mereka karena namanya manusia ada yang cepat menyadari kesalahannya dan ada juga yang tidak.
Komentar
Posting Komentar