Fair

Justice, Statue, Lady Justice, Greek Mythology

Setiap orang suka diperlakukan adil sayangnya mereka sendiri tidak suka berbuat adil. Keadilan menjadi misteri ketika yang melakukan pelanggaran adalah diri kita sendiri. 
Kuman di depan mata tidak kelihatan sedangkan gajah di seberang lautan kelihatan dengan jelas. Itulah kita.
Bisa mengetahui dengan persis ketika kita dizolimi tetapi tidak bisa menyadari perbuatan zolim kita sendiri.
Dimana pepatah janganlah mengingat kebaikan sendiri dan ingatlah kebaikan orang lain? 
Dimana ajaran perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan?
Tidak satupun ingin mendapat perlakuan yang tidak nyaman, mengganggu atau menyakiti semua ingin dihargai, dihormati juga diperlakukan dengan adil dan sepantasnya.
Kita bisa melihat kebenaran ketika ada orang yang mengeluhkan perbuatan kita tetapi tidak mampu merasakan kebenaran ketika kita melakukannya sendiri tanpa mau dikoreksi.
Mendadak kita buta terhadap kebenaran dan kebaikan itu sendiri. Kita hanya peduli orang lain yang bersikap benar dan baik tetapi tidak menghiraukan diri kita sendiri padahal bisa jadi kita dan orang sekeliling kita membutuhkan kebenaran dan kebaikan dari diri kita sendiri.
Apakah kita bisa percaya pada mereka yang membutakan hati, mata dan pendengaran mereka terhadap hal-hal yang memang sudah sepantasnya diperbaiki?
Kita berusaha membungkam, menutup dan melarang setiap orang menggunakan akal sehat dan juga hati mereka berusaha menipu mereka dengan segala hal sehingga ada saja yang mau menerima itu sebagai kebenaran yang dipaksakan dan mencari seribu satu pembenaran untuk membenarkan hal yang tidak mampu dibenarkan ketika akal, hati dan juga nurani kita dalam keadaan hidup.
Mana mungkin Tuhan tidak memiliki hati dan juga pikiran yang sehat sedangkan semua kalimatNya melaluiNya langsung ataupun rasul dan nabiNya mengajarkan hal-hal yang fitrah dan bersih?
Memang ada yang menyesatkan kalimat dan ajaran Tuhan dan itu ada dalam setiap agama dan setiap orang yang merasa memiliki pemahaman yang lebih baik merasa berhak melakukannya.
Kita dikuasai tuhan-tuhan kecil yang mengatasnamakan Tuhan besar.
Kita menduakan Tuhan Yang Maha Esa dengan tuhan-tuhan kecil yang merasa berhak mengatakan dan mengklaim apapun dengan meminjam nama dan kesucian bahkan kekuasaan Tuhan besar.
Mereka yang gemar menipu manusia dengan mengatasnamakan Tuhan besar dan suka menjadi tuhan-tuhan kecil maka jika tiba saatnya menjalani konsekuensi maka nikmatilah...
Kebaikan akan kembali kepada pemiliknya sebagaimana keburukan dan juga kejahatan tidak akan mengingkari pelakunya...
Crime doesn't pay and heart also sense never be blind...
Just did what you want to do but don't cried when the consequences comes after you ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM