Limit

Dalam berlaku dan menetapkan sesuatu kita harus memiliki batas sehingga bisa mengetahui apakah hal tersebut masih bisa ditoleransi atau memang harus dipertimbangkan ulang?
Sebuah masalah menjadi buntu karena tidak diberikan jalan keluar menyerupai usus buntu seringkali memang tidak semua masalah perlu diurai apalagi jika memiliki tingkat toleransi yang rendah seperti value blind, fanatisme, subyektifitas cukup diberi batas sehingga tidak mengganggu urusan secara umum.
Yang dihilangkan mudhorotnya bukan mafsadat atau mashlahatnya seperti itu kira-kira prinsip suatu urusan.
Setiap orang memiliki kompetensi mereka masing-masing dan itu tidak dapat dinafikan dan itu pasti akan terbawa dalam keseharian dan juga pekerjaan mereka.
Sebuah masalah menjadi buntu karena tidak diberikan jalan keluar menyerupai usus buntu seringkali memang tidak semua masalah perlu diurai apalagi jika memiliki tingkat toleransi yang rendah seperti value blind, fanatisme, subyektifitas cukup diberi batas sehingga tidak mengganggu urusan secara umum.
Yang dihilangkan mudhorotnya bukan mafsadat atau mashlahatnya seperti itu kira-kira prinsip suatu urusan.
Setiap orang memiliki kompetensi mereka masing-masing dan itu tidak dapat dinafikan dan itu pasti akan terbawa dalam keseharian dan juga pekerjaan mereka.
Seorang diplomat dikatakan berhasil dalam pekerjaannya ketika yang bersangkutan pandai berkomunikasi, bersikap bijak dan juga diplomatis karena sesuai dengan pekerjaannya karena kalau diplomat tidak diplomatis tentu akan jadi masalah mengingat begitu banyaknya permasalahan yang seringkali harus dikomunikasikan secara proposional dan juga bijaksana dan akan menimbulkan masalah jika tidak sesuai requirement.
Begitu juga dengan ulama tentu juga harus memiliki kompetensi dalam menasehati dan mengerti dimana batasnya dan tidak menyebrang sehingga justru menimbulkan masalah dan membuat provokasi dan kebencian juga permusuhan dalam masyarakat dan ini juga berlaku untuk pemuka agama lain yang harus mengajarkan masyarakatnya untuk berlaku toleran, respect dan menengahi bukan menambahi.
Begitu juga dengan pengusaha tentu harus memiliki kompetensi yang juga tidak membuat masalah di masyarakat. Demikian juga dengan politisi tugas mereka juga tidak kalah beratnya mereka harus mengusung kepentingan masyarakat tetapi juga tidak meninggalkan edukasi masyarakat karena seringkali politisi menjadi alat tanpa diperhatikan lagi bagaimana urusan itu akan berlangsung apakah seperti memotong daging dan sayuran atau mencelakai sesama manusia?
Perantara juga dibutuhkan kalau memang tepat konteksnya tidak mungkin produsen ke konsumen tanpa perantara yang dikenal dengan istilah agen atau distributor tetapi bisa jadi masalah kalau tidak pada tempatnya apalagi kalau sampai mendominasi dan mengganggu urusan masyarakat apalagi yang mendasar tentu akan menimbulkan kerugian yang luas, inefisiensi sehingga sulit orang mau berusaha apalagi bersaing.
Birokrat juga harus sesuai kompetensi memang masyarakat nyaman kalau urusan mereka dibuat berkelok-kelok tidak jelas? Mengabaikan substansi yang akhirnya menimbulkan kesulitan bagi masyarakat sendiri.
Apalagi presiden dan wakil presiden harus sesuai requirement juga karena kalau tidak kan bisa fatal urusannya?
Bagaimana bisa mengatur semua urusan masyarakat yang tercampuraduk dan tumpang tindih kalau tidak memiliki kompetensi dan requirement ibaratnya mengerti saja tidak bagaimana mau menjalani?
Kita sendiri paham seseorang yang tidak memenuhi kompetensi atau nama lainnya tidak ahli akan menimbulkan masalah bagi orang lain dan mungkin dirinya sendiri.
Kita beri contoh sajalah mereka yang mungkin terlalu bersemangat dalam merubah sesuatu kemudian melakukan terobosan kemudian membawa korban?
Perantara juga dibutuhkan kalau memang tepat konteksnya tidak mungkin produsen ke konsumen tanpa perantara yang dikenal dengan istilah agen atau distributor tetapi bisa jadi masalah kalau tidak pada tempatnya apalagi kalau sampai mendominasi dan mengganggu urusan masyarakat apalagi yang mendasar tentu akan menimbulkan kerugian yang luas, inefisiensi sehingga sulit orang mau berusaha apalagi bersaing.
Birokrat juga harus sesuai kompetensi memang masyarakat nyaman kalau urusan mereka dibuat berkelok-kelok tidak jelas? Mengabaikan substansi yang akhirnya menimbulkan kesulitan bagi masyarakat sendiri.
Apalagi presiden dan wakil presiden harus sesuai requirement juga karena kalau tidak kan bisa fatal urusannya?
Bagaimana bisa mengatur semua urusan masyarakat yang tercampuraduk dan tumpang tindih kalau tidak memiliki kompetensi dan requirement ibaratnya mengerti saja tidak bagaimana mau menjalani?
Kita sendiri paham seseorang yang tidak memenuhi kompetensi atau nama lainnya tidak ahli akan menimbulkan masalah bagi orang lain dan mungkin dirinya sendiri.
Kita beri contoh sajalah mereka yang mungkin terlalu bersemangat dalam merubah sesuatu kemudian melakukan terobosan kemudian membawa korban?
Iya kalau satu kalau berjatuhan?
Perubahan itu kan harus dilihat konteksnya juga dan memang harus tepat pertimbangannya dan keputusannya.
Contoh kalau misal dalam satu masyakarat jelas2 mereka mandiri dan tidak suka bekerja dengan orang lain tapi mereka butuh akses ekonomi buat apa kita permasalahkan lapangan kerja kalau yang mereka butuhkan akses ekonomi karena dengan mengusahakan sendiri mereka lebih bisa memenuhi kebutuhan mereka dan bisa lebih bebas hanya saja mungkin mereka perlu bantuan modal atau fasilitas yang mendukung seperti pasar atau tempat2 berjualan atau fasilitas yang bisa mendukung usaha mereka seperti mobil murah agar barang-barang yang mereka hasilkan bisa mereka pasarkan sendiri atau lebih efisien daripada kalau mereka tergantung pihak lain.
Perubahan itu kan harus dilihat konteksnya juga dan memang harus tepat pertimbangannya dan keputusannya.
Contoh kalau misal dalam satu masyakarat jelas2 mereka mandiri dan tidak suka bekerja dengan orang lain tapi mereka butuh akses ekonomi buat apa kita permasalahkan lapangan kerja kalau yang mereka butuhkan akses ekonomi karena dengan mengusahakan sendiri mereka lebih bisa memenuhi kebutuhan mereka dan bisa lebih bebas hanya saja mungkin mereka perlu bantuan modal atau fasilitas yang mendukung seperti pasar atau tempat2 berjualan atau fasilitas yang bisa mendukung usaha mereka seperti mobil murah agar barang-barang yang mereka hasilkan bisa mereka pasarkan sendiri atau lebih efisien daripada kalau mereka tergantung pihak lain.
Kita perlu melakukan evaluasi seputar karakter dan kompetensi masyarakat karena kalau mereka asal bekerja sudah tidak bahagia mereka menimbulkan bencana.
Komentar
Posting Komentar