Modernisasi

Modernisasi membawa sejumlah dampak. Ternyata kemajuan ekonomi tidak identik dengan kemajuan karakter apalagi keimanan kepada Tuhan.
Semakin modern, manusia semakin melepaskan diri dari nilai-nilai tradisi dan agama.
Mereka menganggap mereka yang masih memegang tradisi dan agama adalah orang-orang yang kuno, kaku dan konvensional juga munafik.
Pernikahan merupakan sesuatu yang merepotkan apalagi memiliki anak adalah merupakan sesuatu yang lebih rumit.
Jika pun ada yang menikah maka itu bukanlah sesuatu yang sakral dan harta berharga yang harus dijaga. Kebosanan dalam hubungan menjadi alasan mereka berselingkuh atau melakukan swinging partner.
Seks bebas menjadi tanda bahwa mereka memang tidak terikat dengan nilai tradisi apalagi agama. Keperawanan ataupun keperjakaan tidak perlu dilepaskan pada saat mereka menikah dan menjadi hak suami atau isteri (pertama) mereka tetapi bisa menjadi hak siapa saja yang mereka ajak untuk berhubungan intim untuk pertama kalinya.
Mereka yang juga tidak membenarkan prilaku LGBT dan membatasi ruang lingkup mereka dianggap primitif dan diskriminatif.
Jika pun ada yang menikah maka itu bukanlah sesuatu yang sakral dan harta berharga yang harus dijaga. Kebosanan dalam hubungan menjadi alasan mereka berselingkuh atau melakukan swinging partner.
Seks bebas menjadi tanda bahwa mereka memang tidak terikat dengan nilai tradisi apalagi agama. Keperawanan ataupun keperjakaan tidak perlu dilepaskan pada saat mereka menikah dan menjadi hak suami atau isteri (pertama) mereka tetapi bisa menjadi hak siapa saja yang mereka ajak untuk berhubungan intim untuk pertama kalinya.
Mereka yang juga tidak membenarkan prilaku LGBT dan membatasi ruang lingkup mereka dianggap primitif dan diskriminatif.
Modernisasi membawa dampak krisis moral dan juga agama pada sebagian besar manusia apakah kerusakan ini sejalan dengan kerusakan alam?
Setiap manusia melakukan dosa dan juga kezaliman akan berdampak pada alam sekitarnya termasuk binatang. Mereka akan ikut merasakannya. Setiap dosa yang dilakukan manusia akan menyakiti alam sekitar mereka,memang hal ini akan menjadi bahan tertawaan bagi mereka yang sama sekali tidak percaya agama, Tuhan dan akhirat.
Setiap manusia melakukan dosa dan juga kezaliman akan berdampak pada alam sekitarnya termasuk binatang. Mereka akan ikut merasakannya. Setiap dosa yang dilakukan manusia akan menyakiti alam sekitar mereka,memang hal ini akan menjadi bahan tertawaan bagi mereka yang sama sekali tidak percaya agama, Tuhan dan akhirat.
Tuhan memberikan kebebasan manusia dalam memilih apapun yang mereka kehendaki tetapi bukan tanpa konsekuensi.
Mengajarkan dan menjejalkan agama terlalu berlebihan pada anak-anak bukan tindakan bijaksana karena mereka akan kebingungan dan juga rawan terjadi jetlag antara apa yang bisa mereka mengerti dan amalkan dengan apa yang belum bisa mereka mengerti dan amalkan tetapi tidak mengajarkan agama sama sekali kepada anak-anak juga tidak bijaksana bahkan berbahaya untuk kehidupan pribadi dan juga sosial mereka karena mereka tidak bisa memahami mana yang memang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mana yang memang baik dan tidak. Benar dan salah.
Agama diberikan sesuai dengan pertumbuhan dan kapasitas anak kecuali memang mereka memiliki antusiasme yang sangat besar dan memang sangat menyukai belajar agama maka tidak apa-apa kalau seluruh waktu mereka untuk belajar agama karena kesukaan berbeda dengan paksaan.
Sebagai umat beragama bersyukur lahir dan tumbuh di negara yang beragama dengan masyarakat yang juga beragama dengan memiliki toleransi agama yang juga baik.
Agama diberikan sesuai dengan pertumbuhan dan kapasitas anak kecuali memang mereka memiliki antusiasme yang sangat besar dan memang sangat menyukai belajar agama maka tidak apa-apa kalau seluruh waktu mereka untuk belajar agama karena kesukaan berbeda dengan paksaan.
Sebagai umat beragama bersyukur lahir dan tumbuh di negara yang beragama dengan masyarakat yang juga beragama dengan memiliki toleransi agama yang juga baik.
Intoleransi itu bukan karena mereka beragama atau tidak tetapi memang mereka toleran atau tidak.
Memang ada orang beragama yang memaksakan agama dan keyakinannya pada orang lain sehingga membuat orang lain tidak nyaman karena sikap intoleransinya sebagaimana ada juga orang tidak beragama keberatan mereka yang beragama menjalankan ibadah mereka dan menganggap itu sebagai gangguan.
Mereka menganggap memberikan ijin kepada mereka yang menjalankan ibadahnya ketika bekerja merupakan tindakan diskriminatif dan mereka harus mengganti waktu yang mereka gunakan untuk beribadah padahal itu artinya memberikan beban tambahan bagi mereka yang konsisten menjalankan ibadah mereka dengan menghukum mereka memberikan beban kerja yang lebih banyak karena mereka menjalankan kewajiban beragama mereka.
Intoleransi bukan karena seseorang itu beragama atau tidak tetapi apakah memang yang bersangkutan merupakan pribadi yang memang mampu bertoleransi atau tidak.
Seringkali kita melihat keindahan dan kemajuan suatu masyarakat memukau kita apalagi kita melihatnya dari jauh dan memang tidak mengenali sama sekali kehidupan masyarakatnya dari dekat tetapi setelah kita mengetahui kehidupan masyarakat yang mungkin kita kagumi kemajuannya juga kemodernannya membuat kita membandingkan dengan kehidupan yang sangat jauh lebih sederhana tetapi memiliki banyak ketentraman dimana masyarakatnya juga tidak ribet urusan toleransi yang penting tidak saling menganggu agama masing-masing juga peribadahan mereka dan saling berinteraksi sosial dengan baik tanpa mencampuradukkan urusan agama masing-masing dengan urusan pribadi dan kemasyarakatan mereka yang memang majemuk sehingga memang dibutuhkan sikap toleran dan pengertian yang sebenarnya dari masing-masing anggota masyarakat.
Nilai-nilai kesetiaan pada pernikahan juga rasa sayang mereka pada pasangan dan juga keturunan mereka merupakan nilai-nilai yang memang sesuai dengan karakter masyarakat mereka yang memang penyayang keluarga dan menjadikan keluarga dan rumah tangga menjadi harta berharga dalam kehidupan mereka sehingga hal itu juga akan diturunkan oleh keturunan mereka yang juga akan memandang sama pentingnya memiliki keluarga dan menjaga mereka dengan sepenuh rasa cinta dan sayang sebagai manusia.
Nilai-nilai moral dan juga toleransi yang jelas juga memudahkan masyarakat untuk mengenali mana yang pantas dan tidak. Mana yang benar dan salah. Mana yang boleh dan mana yang tidak.
Rasa syukur kita sebagai manusia bukan terlahir menjadi manusia modern tetapi krisis moral dan iman tetapi terlahir sebagai manusia yang sempurna kemanusiaannya dan keimanan dalam arti yang sebenarnya.
Mereka menganggap memberikan ijin kepada mereka yang menjalankan ibadahnya ketika bekerja merupakan tindakan diskriminatif dan mereka harus mengganti waktu yang mereka gunakan untuk beribadah padahal itu artinya memberikan beban tambahan bagi mereka yang konsisten menjalankan ibadah mereka dengan menghukum mereka memberikan beban kerja yang lebih banyak karena mereka menjalankan kewajiban beragama mereka.
Intoleransi bukan karena seseorang itu beragama atau tidak tetapi apakah memang yang bersangkutan merupakan pribadi yang memang mampu bertoleransi atau tidak.
Seringkali kita melihat keindahan dan kemajuan suatu masyarakat memukau kita apalagi kita melihatnya dari jauh dan memang tidak mengenali sama sekali kehidupan masyarakatnya dari dekat tetapi setelah kita mengetahui kehidupan masyarakat yang mungkin kita kagumi kemajuannya juga kemodernannya membuat kita membandingkan dengan kehidupan yang sangat jauh lebih sederhana tetapi memiliki banyak ketentraman dimana masyarakatnya juga tidak ribet urusan toleransi yang penting tidak saling menganggu agama masing-masing juga peribadahan mereka dan saling berinteraksi sosial dengan baik tanpa mencampuradukkan urusan agama masing-masing dengan urusan pribadi dan kemasyarakatan mereka yang memang majemuk sehingga memang dibutuhkan sikap toleran dan pengertian yang sebenarnya dari masing-masing anggota masyarakat.
Nilai-nilai kesetiaan pada pernikahan juga rasa sayang mereka pada pasangan dan juga keturunan mereka merupakan nilai-nilai yang memang sesuai dengan karakter masyarakat mereka yang memang penyayang keluarga dan menjadikan keluarga dan rumah tangga menjadi harta berharga dalam kehidupan mereka sehingga hal itu juga akan diturunkan oleh keturunan mereka yang juga akan memandang sama pentingnya memiliki keluarga dan menjaga mereka dengan sepenuh rasa cinta dan sayang sebagai manusia.
Nilai-nilai moral dan juga toleransi yang jelas juga memudahkan masyarakat untuk mengenali mana yang pantas dan tidak. Mana yang benar dan salah. Mana yang boleh dan mana yang tidak.
Rasa syukur kita sebagai manusia bukan terlahir menjadi manusia modern tetapi krisis moral dan iman tetapi terlahir sebagai manusia yang sempurna kemanusiaannya dan keimanan dalam arti yang sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar