Pemimpin

Pekerjaan memimpin adalah pekerjaan mencintai, mengerti, menginspirasi, mengabdi, mengakomodir, menengahi, mengadili dan mengayomi.
Mengapa pemimpin is born not made? Karena karakter memimpin itu adalah gifted.
Mengapa pemimpin is born not made? Karena karakter memimpin itu adalah gifted.
Mereka yang ditakdirkan memimpin memiliki kelebihan dalam hal karakter dan kehalusan juga kecerdasan dalam berpikir dan menimbang.
Tidak ada sekolah pemimpin karena mereka memang bukan untuk dicetak apalagi dibentuk. Semua yang ada pada mereka adalah nature and original.
Mencintai adalah pekerjaan yang paling sulit karena mereka harus mau memahami segala hal yang berbeda dengan mereka dan tetap harus mau dan mampu memberikan perlakuan yang sama adilnya dengan mereka yang terlahir sama dengan dirinya.
Menengahi pekerjaan sulit yang kedua di saat dia harus berlaku bijaksana dalam menimbang kebaikan dan keburukan satu urusan apakah menghasilkan kemashlahatan atau kemudharatan?
Mengabdi pekerjaan sulit ketika karena dia harus menyerahkan seluruh pikiran, jiwa dan raganya untuk mereka yang harus dia layani dengan pengabdian penuh sehingga tidak ada ruang walaupun hanya bagi dirinya sendiri.
Mengadili juga pekerjaan sulit ke empat karena seringkali dia harus berperang dengan banyak hal untuk menghasilkan keputusan yang adil dan bijaksana.
Menengahi pekerjaan sulit yang kedua di saat dia harus berlaku bijaksana dalam menimbang kebaikan dan keburukan satu urusan apakah menghasilkan kemashlahatan atau kemudharatan?
Mengabdi pekerjaan sulit ketika karena dia harus menyerahkan seluruh pikiran, jiwa dan raganya untuk mereka yang harus dia layani dengan pengabdian penuh sehingga tidak ada ruang walaupun hanya bagi dirinya sendiri.
Mengadili juga pekerjaan sulit ke empat karena seringkali dia harus berperang dengan banyak hal untuk menghasilkan keputusan yang adil dan bijaksana.
Mengakomodir jika hanya satu macam keinginan mungkin semua orang bisa melakukannya tetapi saat sesuatu itu terlihat seperti gado-gado, nano-nano, benang kusut dia harus mampu menata kembali dan mengatur sebuah urusan agar tidak berjalan carut marut.
Bukan coretan tapi lukisan.
Mengerti juga merupakan pekerjaan yang tidak kalah sulitnya apalagi ketika harus berhadapan dengan mereka yang berpikiran tertutup dan sempit. Kasar dan arogan. Dominan dan humiliate. Disrespect and anger. Provoke and hatred.
Bukan coretan tapi lukisan.
Mengerti juga merupakan pekerjaan yang tidak kalah sulitnya apalagi ketika harus berhadapan dengan mereka yang berpikiran tertutup dan sempit. Kasar dan arogan. Dominan dan humiliate. Disrespect and anger. Provoke and hatred.
Mengayomi adalah pekerjaan seperti halnya seorang ibu harus mengasuh anak kandung sekaligus anak tiri belum lagi dengan segala hal yang ada di dalamnya.
Memimpin adalah penderitaan dan kelelahan.
Mereka tidak boleh marah ketika mereka dilecehkan dan dihina. Tidak boleh protes ketika semua pekerjaan mereka dievaluasi untuk disesuaikan kembali, lagi dan lagi untuk mencapai kepuasan semua pihak.
Mereka juga harus merelakan ketika sesuatu berjalan tidak seharusnya dan bersabar juga tidak henti terus mengupayakan jalan lain yang mungkin akan kembali ditolak sampai mendapatkan afirmasi.
Mereka juga harus bersabar dengan segala proses yang ada dalam masyarakatnya. Meninjau ulang kembali. Menimbang kembali.
Kebijaksanaan yang tidak ada habis dan hentinya semua agar tercapai keadaan yang aman, damai, sejahtera dan makmur juga kenyamanan bagi setiap orang agar mereka tidak saling mengganggu satu sama lain serta mau menghormati juga menghargai satu sama lain.
Kunci kedamaian pemimpin bukan pada dirinya tetapi pada kedamaian masyarakatnya.
Menginspirasi adalah satu-satunya pekerjaan yang mungkin tidak disadarinya di tengah segala kelelahan mental dan jiwa mungkin satu-satunya pekerjaan yang tidak pernah direncanakan dan terjadi begitu saja.
Memimpin adalah penderitaan dan kelelahan.
Mereka tidak boleh marah ketika mereka dilecehkan dan dihina. Tidak boleh protes ketika semua pekerjaan mereka dievaluasi untuk disesuaikan kembali, lagi dan lagi untuk mencapai kepuasan semua pihak.
Mereka juga harus merelakan ketika sesuatu berjalan tidak seharusnya dan bersabar juga tidak henti terus mengupayakan jalan lain yang mungkin akan kembali ditolak sampai mendapatkan afirmasi.
Mereka juga harus bersabar dengan segala proses yang ada dalam masyarakatnya. Meninjau ulang kembali. Menimbang kembali.
Kebijaksanaan yang tidak ada habis dan hentinya semua agar tercapai keadaan yang aman, damai, sejahtera dan makmur juga kenyamanan bagi setiap orang agar mereka tidak saling mengganggu satu sama lain serta mau menghormati juga menghargai satu sama lain.
Kunci kedamaian pemimpin bukan pada dirinya tetapi pada kedamaian masyarakatnya.
Menginspirasi adalah satu-satunya pekerjaan yang mungkin tidak disadarinya di tengah segala kelelahan mental dan jiwa mungkin satu-satunya pekerjaan yang tidak pernah direncanakan dan terjadi begitu saja.
Komentar
Posting Komentar