Politik Kudu Bijak

Mengapa politik kudu bijak? Karena kalau tidak akan terjadi berbagai kerugian juga kerusakan juga kekacauan dalam masyarakat.
Lihat aja perseteruan antara yang berhijab dengan yang tidak berhijab sampai segala konde dan urusan adzan turun semua dan saling bertengkar mendominasi pendapat mereka bukan menimbang kondisi yang ada.
Kalau politik tidak bijak akhirnya yang terjadi adalah perusakan sistem di dalamnya jelas ada intoleransi, kemiskinan, kekacauan, korupsi termasuk masalah moral di dalamnya karena politik dimanfaatkan oleh sebagian orang yang mencari keuntungan untuk diri dan golongannya sedangkan masyarakat?
Jadi alat digunakan sebagai gonjang ganjing dalam merebut pengaruh sehingga mereka yang berkuasa bisa bebas merusak sistem.
Jadi alat digunakan sebagai gonjang ganjing dalam merebut pengaruh sehingga mereka yang berkuasa bisa bebas merusak sistem.
Jadi politik yang buruk ibarat bibit penyakit sedangkan politik yang baik ibarat lebah justru menyuburkan dan membuat bunga tumbuh di sana sini dengan bermekaran.
Sedangkan politik yang buruk seperti hama tikus, belalang, ular dan juga benalu.
Sebagai masyarakat kita harus cerdas dan tidak boleh fanatik siapapun pemimpinnya kita dukung dan luruskan ketika mereka salah. Sikap itu yang seharusnya ada bukannya mau jadi pion atau bemper karena mungkin kita sendiri punya tujuan yang tidak baik mungkin seperti udang di balik rempeyek.
Pengikut yang baik meluruskan pemimpinnya bukan menjerumuskan pemimpinnya.
Kita ambil kasus pkl tanah abang yang sempat marak. Pengikut yang baik adalah sebagai berikut,
"teman-teman sekalian tidak sepantasnya kita memenuhi jalan dan mengganggu hak orang lain dan mungkin kita dalam kesulitan tetapi bukan berarti kita bisa menghalalkan gangguan bagaimana kita sebaiknya mengatasi hal ini? di satu sisi kita butuh tempat berjualan yang strategis tetapi di sisi lain kita tidak memiliki tempat yang bisa memenuhi harapan kita."
Keluarlah pembahasan skybridge atau nego sewa murah atau menjajaki tempat lain yang lebih sesuai tetapi tidak menjerumuskan pemimpin dan membuat mereka jadi olok-olokkan.
"elu seriusan lulusan George Washington?"
"ya iyalah.."
"ipk lo asli 4 gak pake nyontek?"
"ya iyalah..."
"sori bro kelakuan lo kayak lulusan sd pelosok sono. kagak punya aturan dan kelas banget..."
"maksud lo ape?"
"yang bener aja bro...sekolah sampe ke ujung dunia bisanya bikin macet dan kacau doang...mendingan lo umpetin deh ijasah lo dalem2. jangan bikin malu almater lo apalagi di sono emang suka jualan ijasah sih..."
"eh, maksud lo ape..."
"sabar bro, lo pan puasa..."
"lah lo kok tau?"
"ya iyalah semua juga tau lo sehari puasa dan sehari buka."
Jangan membuat pemimpin dengan kualitas selangit jadi hinaan sedunia.
Bagaimana mau dipercaya memegang amanah kalau kita sendiri tidak menjaga amanah dan wajar kalau orang ketakutan kalau sampe kita yang memegang kendali.
Bagaimana mau dipercaya memegang amanah kalau kita sendiri tidak menjaga amanah dan wajar kalau orang ketakutan kalau sampe kita yang memegang kendali.
"aduh apalagi nih..."
"eh jangan gitu dong liat dong backgrundnya anti kampungan."
"gayanya sih emang gak kampungan tapi ntar lo liat deh keputusannya bisa aneh-aneh. libur ijasah dan semua backgrund pendidikannya. lulusan sekolah katolik setau gue sih disiplin tinggi dan mana mau nego sama hal-hal yang gak bener. ya coba aja lo sekolah disono dan ngaco kalau gak bolak balik dihukum."
Muka merah.
Pemimpin itu dijaga kualitasnya jangan dikhianati apalagi dimanfaatkan kelemahannya.
"Kalian tempati jalan saya tidak tega melihat kalian semua."
"Kalian tempati jalan saya tidak tega melihat kalian semua."
"jangan pak, nanti bapak dianggap gak bisa mematuhi aturan."
"kalian mau sok sama saya? kalian itu butuh jangan sombong..."
"kami memang butuh tapi kami bukan pengganggu apalagi menghalalkan segala cara."
Nyesss.
Mungkin kalau sikapnya positif calon satu aja dan gak bakal kebelah ya ngapain juga kebelah orang urusan udah beres.
Harga turun check
Ketertiban umum terjaga check
Toleransi aman check
Penyehatan BUMN check
Investor asing mematuhi aturan yang ada check
Kesehatan masyarakat terpenuhi check
Pendidikan merata check
Pengangguran gak ada check
Moralitas terjaga check
Inflasi turun check
Hutang negara berkurang bahkan perlahan menghilang check
Daya beli meningkat check
Lingkungan terjaga dan seimbang check
BBM, Listrik dan Gas murah check
Korupsi gak ada check
Birokrasi murah dan cepat gak pake antri check
Kemiskinan gak ada check
Numpang tanya itu sorga dunia bukan ya?
"lo jangan turun-turun ya dari jabatan."
Inflasi turun check
Hutang negara berkurang bahkan perlahan menghilang check
Daya beli meningkat check
Lingkungan terjaga dan seimbang check
BBM, Listrik dan Gas murah check
Korupsi gak ada check
Birokrasi murah dan cepat gak pake antri check
Kemiskinan gak ada check
Numpang tanya itu sorga dunia bukan ya?
"lo jangan turun-turun ya dari jabatan."
"lah kok? gue pan udah selesai menunaikan amanah gantian kali."
"lah lo udah benerin semua ntar aja kalau modar baru diganti."
Gak ada keributan karena semua orang merasa kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik.
Kenapa ada kontroversi karena masyarakat tidak yakin dengan calon pemimpin yang ada dan mereka saling dorong.
Kalau dua-duanya bagus juga beda.
"Gue sih mau si A atau si B sama aja..."
"Iya gue juga dua-duanya sama kalau kerja, bener semua prosedur kerjanya dan kagak ada yang pencitraan. semua orang tau kerjaannya bagus."
damai deh tuh para pengikutnya karena mereka memang merasa dua-duanya sama bagusnya tapi kalau setengah setengah ya kebelah lah.
Si A bagus disini dan disini tapi gak disitu sedangkan si B bagus disitu tapi gak disini. Hayo bingung kan? Akhirnya dorong-dorongan...
Goyang doyong dulu ah...seeerrr...tarek mang!
Goyang doyong dulu ah...seeerrr...tarek mang!
Komentar
Posting Komentar