Prioritas

Notepad, Table, Decoration, Notes, Writing Pad, Write

Prioritas memilih sesuatu yang penting dengan yang lebih penting.
Untuk mengetahui prioritas tentu saja kita harus tau apa kebutuhan dan urgensi kita serta keterbatasan kita. 
Ketika kita berbicara tentang beras lokal ternyata kita menemukan bahwa harga yang bermuara pada petani dalam kisaran 10.000 dan jika kurang dari itu maka mereka akan mengalami kesulitan sedangkan daya beli masyarakat sendiri tidak mendukung kalau harga konsumsi beras mereka tidak disesuaikan dengan daya beli mereka sehingga diatur lah kebijakan sesuai dengan daya beli masyarakat tetapi juga tidak mematikan petani sehingga ada perbedaan harga antara beras lokal dan impor dan ini tidak terlalu salah karena di Jepang juga harga produk impor dan lokal mereka berbeda dan hal ini ditengahi sesuai dengan kondisi masing-masing dan juga daya beli konsumen. 
Sekarang ini masalah tka Cina yang dianggap mengancam padahal kemungkinan mereka memproduksi barang-barang yang terjangkau dengan daya beli masyarakat dan juga mensupport berbagai kebutuhan masyarakat seperti infrastruktur, harga baja yang murah sehingga bisa menjadi suplai bahan baku apakah itu senjata atau mobil. Intinya adalah teliti dulu permasalahan apa keuntungan dan kerugiannya.
Tentu saja memang semua dengan konsekuensi hanya saja apakah sudah tepat kita menolak sesuatu yang bisa saja menguntungkan kita sendiri dan coba hitung kalau itu diberikan kepada mereka seperti yang kita inginkan berapa selisihnya?
Dan dari selisih itu apa yang bisa kita dapatkan dan apakah yakin kita menginginkan pekerjaan tersebut melihat bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia lebih suka bekerja secara mandiri kemungkinan mereka merasa lebih bebas dan tidak merasa diperbudak oleh pekerjaan atau majikan mereka apalagi bekerja dengan budaya yang berbeda memang sangat sulit bisa saja bagi mereka yang budayanya sama hal itu tidak apa-apa dilakukan apalagi mereka juga sudah dibayar all in dan itu juga mengapa mereka bisa efisien karena kemungkinan ada hal-hal yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh selain mereka dan hasil akhir akan sangat mencengangkan dan mungkin kita sendiri gak akan mampu beli apalagi berusaha tentu saja ini asumsi pribadi belum tentu jelas benar salahnya tetapi ketika kita berbicara infrastuktur sudah jelas kita menginginkan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau dan aman.
Tentu saja pemikiran-pemikiran ini juga perlu diuji apa dampaknya pada masyarakat?
Apakah benar dengan memberikan pekerjaan infrastruktur ini pada pihak lain akan menjamin masyarakat terpenuhi kebutuhan infrastrukturnya dengan baik? Jika iya mungkin memang harus diserahakan pada pihak lain apalagi kalau memang bisa selesai banyak masalah. 
Jangan sampai kita serahkan pada pihak lain kualitas menurun bahkan banyak musibah dan juga harga tidak efisien sudah jatuh tertimpa tangga kalau bisa dikatakan seperti itu.
Persamaan budaya dan latarbelakang memang kerap menyamankan seperti mereka yang bekerja di UKKM walaupun gaji mereka relatif lebih kecil tetapi mereka bahagia dan tidak demikian kalau mereka bekerja dengan asing walaupun upah mereka terpenuhi dengan baik tetapi keluhan seputar bahasa, perlakuan dan hal-hal lain yang bisa membuat kedua belah pihak menjadi gila. Kemungkinan menjadi diskriminatif menjadi lebih besar kalau memang terlahir berbeda apakah itu agama, suku atau ras walaupun untuk sebagian orang ada juga yang tidak mempermasalahkan selama kompetensi dan requirement terpenuhi tetapi memang hal-hal seperti ini tidak terhindarkan sehingga wajar jika timbul masalah dan sebaiknya memang diklarifikasi juga dievaluasi agar keadaan lebih kondusif.
Memang idealnya mereka merekrut tki walaupun sering  timbul problem dan friction lama2 ibarat tulang patah dan hancur daripada seperti itu kan lebih baik tidak usah saling memaksakan dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi tentu saja hal ini perlu diklarifikasi karena pengangguran juga bukan masalah yang sepele dan bisa menjadi masalah sosial dan politik yang serius dikarenakan tekanan hidup karena kekurangan lapangan pekerjaan sedangkan mereka membutuhkan pekerjaan untuk menafkahi keluarga mereka hanya saja seringkali perbedaan suku, ras, agama menimbulkan tekanan juga kecurigaan apalagi kalau memang terjadi hal-hal yang dicurigai atau ditakutkan tentu semakin tense sehingga memang sebaiknya aturan dipatuhi karena itu untuk kebaikan bersama.
Sebenarnya masalah ini kembali kepada mereka yang menjalani karena seringkali masalah yang timbul itu karena ada ketidakseimbangan karena banyak juga yang tidak cocok bekerja dengan perusahaan lokal dan memilih bekerja di perusahaan asing dan sebaliknya kemungkinan itu lebih kepada environment dan karakter pekerja aja sebenernya dan tidak perlu dipertentangkan dan kalau timbul masalah tinggal dicari apa yang jadi masalah apakah make sense or tense?
Yang terpenting itu sebenarnya jangan menyumbang masalah tapi selesaikan masalah. Mediate don't take a side. Solved not lenghten. Elaborate not accumulate.

Sebenarnya etos kerja tki sendiri sudah menyerupai tka apalagi kalau mereka bekerja secara mandiri mereka sanggup bekerja dari pagi sampai tengah malam bukankah ini satu keajaiban dan dari ketekunan mereka ini ada yang bisa menghasilkan uang lebih dan ada yang cukup buat mereka sekeluarga tetapi tidak ada keluhan kecuali kalau harga naik dan mereka terancam gulung tikar baru mereka mengeluh kembali tetapi kalau semua berjalan dengan lancar?
Sebenarnya yang terbaik itu memang bekerja dengan peralatan lengkap karena memang banyak yang tidak bisa dikerjakan dengan tangan manusia karena terbatas dan disinilah memang letak efisiensinya dan kalau khusus beli alatnya tentu akan sangat mahal berbeda kalau memang itu usaha mereka seperti di Cina mereka memang giat membangun infrastruktur dan tidak mungkin bisa secepat itu jika hanya mengandalkan tenaga kerja manusia.
Mungkin memang harus dilakukan evaluasi secara lebih terbuka dan detail apa yang jadi kebutuhan dan urgensi kita dan apa yang bukan?
Untuk apa kita mengeluhkan sesuatu yang akan meringankan kita sendiri?
Sebenarnya semua kembali kepada kita sendiri. Kita lebih berbahagia dan berenergi dalam keadaan apa? Masalah bekerja secara mandiri, UKKM, perusahaan lokal, bumn dan asing itu cuma masalah pilihan dan kenyamanan masing-masing aja yang penting mereka merasa nyaman dengan lingkungan juga pekerjaan mereka. Tidak menimbulkan masalah dan juga kegilaan.
Karena kalau kitanya bahagia dan nyaman maka begitu juga dengan sekitar kita dan kita tidak dapat memaksakan apa-apa yang sudah dan tidak ditakdirkan buat kita itu yang sudah pasti dan tidak perlu kita takut gak kebagian takdir atau rejeki karena dalam keadaan hati tenang dan bersyukur kita akan mampu melihat apa yang memang Dia berikan untuk kita dan apa yang bukan?
Pikiran-pikiran juga lebih mudah terbuka ketika pikiran kita nyaman dan jernih menghilangkan segala kekacauan pikiran yang membuat kita bingung dan sering terjebak hal-hal yang tidak masuk akal.
Kita akan menemukan jalan keluar setelah kita membuka pintu hati dan pikiran kita sendiri dengan berpikir lebih baik mengenai apa sebenarnya yang ingin kita lakukan dan jalani?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM