Respect

Wheat, Field, Spring, Summer, France, Epi, Durum Wheat

Respect merupakan kata yang sederhana tetapi sangat sulit diterapkan. 
Hanya butuh satu kata untuk menyelesaikan banyak persoalan dan masalah yang timbul ketika kita bisa menghormati hal-hal yang memang seharusnya kita hormati.
Tidak akan ada masalah timbul jika kita saling menghormati keinginan dan juga pertimbangan masing-masing orang.
Ketika kita menghormati hak pribadi, hak keluarga dan hak masyarakat. 
Kita memahami setiap orang seharusnya memiliki kebebasan di ruang pribadinya bagaimana mereka merasa dan berpikir. 
Kita juga memahami tidak semua ruang pribadi bisa diterima oleh keluarga apalagi masyarakat kita.
Sehingga perlu sikap menghormati dan batasan logis yang mendasari hal tersebut sehingga tidak perlu lah kita selalu terlibat dalam argumen dan perselisihan yang sama. 
Memang ada mereka yang berkarakter buruk atau berpikiran menyimpang tetapi mereka tidak akan menyakiti seandainya mereka mau menghormati batasan-batasan logis yang dibuat oleh keluarga dan juga masyarakat mereka bahkan mungkin itu juga salah satu cara mengundang kecintaan Tuhan yang juga tidak menyukai keburukan dan tidak segan menurunkan azabnya ketika satu keburukan merata.
Menghormati ruang publik artinya kita memiliki rasa hormat juga sikap menghargai atas setiap kesepakatan dan aturan yang dibuat masyarakat untuk kebaikan masyarakat itu sendiri karena tidak seorangpun akan tahan menghadapi kemurkaan Tuhan mereka jika mereka mengabaikan hal-hal yang selalu mereka abaikan.
Manusia tidak pernah lahir mengotori kesucian dan fitrah mereka sebagai bayi suci tanpa dosa dan noda jika dalam perjalanannya mereka menjadi mengenal dosa dan kesalahan setidaknya janganlah hal itu ditularkan pada orang lain dan jagalah mereka yang belum mengenal dosa dan kesalahan sebagaimana kita menjaga bayi mungil kita agar mereka tumbuh dalam dekapan fitrah mereka yang bersih dan suci. 
Tidak ada satupun mengenal kejahatan dan keburukan ketika lahir bahkan setiap yang mengenal keburukan dan kejahatan ada saat dimana mereka ingin kembali hanya saja mungkin mereka sudah tidak tahu caranya atau apakah masih ingin benar-benar kembali karena memperbaiki itu sudah pasti tidak semudah menjaga. 
Sehingga hormatilah ruang publik agar bisa terjaga banyak jiwa yang masih bersih dan suci. 
Jika kita belum bisa memperbaiki diri setidaknya kita tidak menambah kerusakan yang ada.
Percayalah ketika ajal menjemput tidak satupun manusia ingin berakhir buruk dan mempertanggungjawabkan semua keburukan juga kejahatannya pada ilahi.
Mungkin di dunia kita bisa mengatakan atau berlaku apapun tetapi begitu ajal menjemput tidak satupun bisa kita palsukan apalagi manipulasikan.
Konon setiap orang bisa tahu dimana mereka akan berakhir dimana ketika tiba saatnya ajal menjemput hanya saja mereka tidak bisa mengatakannya pada siapapun karena hal itu menjadi rahasia antara ilahi dan para hambaNya mungkin karena memang Dia telah menentukan siapa yang akan memasuki surga atau nerakaNya dengan atau tanpa hisab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM