Tuhan

Gambar Masjid Terindah di Dunia

Ketika kita berbicara tentang Tuhan kita berbicara tentang kesucian, kemanusiaan, kesempurnaan, kebenaran, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan, kekuasaan yang tidak terbatas, kasih sayang, rahmat, keseimbangan, keimanan, pengetahuan, adab,  dan toleransi.
Tuhan adalah sumber kebaikan dan keadilan. Tuhan mencintai kita melebihi diri kita sendiri. Dia menetapkan larangan dan perintah untuk kemanfaatan diri kita sendiri tetapi kita sebagai manusia seringkali berbuat zalim terhadap diri kita juga sekitar kita karena memang ketidakmampuan dan keterbatasan manusia dalam mengenali kebaikan dan kebenaran itu sendiri.
Hubungan setiap manusia dengan Tuhan sangat spesifik. Hanya mereka sendiri yang tahu seberapa besar kadar keimanan mereka juga kepercayaan mereka terhadap Tuhan mulai 0- 100%.
Kita menyebut mereka yang tidak mempercayai Tuhan sebagai atheis karena mereka tidak memiliki kadar keimanan apalagi kepercayaan sama sekali kepada Tuhan. Hubungan mereka dengan Tuhan mereka bisa dibilang 0% kadar kepercayaan dan keimanan. 
Mereka memang sama sekali tidak mempercayai keberadaan Tuhan apalagi larangan dan aturannya tanpa toleransi yang memadai sangat sulit hubungan mereka yang atheis dengan yang beragama karena mereka menganggap peribadahan dan aturan agama sebagai omong kosong sedangkan mereka yang beragama sangat memperhatikan apa yang menjadi peribadahan dan aturan dalam agama mereka bahkan itu bentuk kecintaan dan tanda keimanan mereka terhadap Tuhan mereka (1-100%)
Semakin konsisten suatu umat beragama semakin menyulitkan mereka yang tidak mempercayai Tuhan apalagi agama. Sehingga seringkali hubungan vertikal seseorang merusak hubungan horizontal dikarenakan toleransi yang ada tidak ada atau tidak memadai.
Mereka yang percaya Tuhan tetapi tidak percaya agama atau tidak ingin memeluk agama mereka disebut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka mengakui keberadaan Tuhan tetapi tidak mengakui agama yang dianggap merumitkan hubungan vertikal itu sendiri. Mereka kebalikan dari atheis yang sangat intoleran terhadap agama dan pemeluknya mereka terlalu toleran sehingga seringkali mencampuradukkan sehingga seringkali menimbulkan ketidaknyamanan juga karena pada akhirnya mereka juga kerap mengabaikan aturan-aturan agama yang ada hanya saja mereka tidak pernah memusuhi aturan agama apapun tetapi karena mereka juga tidak mengakui satu agamapun maka mereka juga tidak terikat pada aturan agama manapun. 
Mereka yang memeluk agama karena keyakinan dan kepercayaan dalam hati, jiwa dan pikiran mereka konsisten memilih satu agama yang mereka yakini kebenarannya akan tetapi akan menjadi musibah juga kalau mereka bersikap intoleran terhadap agama lain yang berbeda dengan mereka.
Jika Tuhan dengan tegas menekankan toleransinya terhadap semua manusia yang bebas memilih beriman atau tidak terhadapNya dan tidak akan mengurangi kekuasaanNya sedikitpun dan tidak akan menimbulkan kerugian juga bagiNya apakah semua manusia beriman atau tidak kepadaNya maka manusia cenderung bersikap intoleran apakah mereka tidak beriman atau beriman hanya mereka yang bisa memahami keimanan dengan benar yang mampu bersikap sesuai dengan tuntunan Tuhan dan jika rahmat turun karena sikap proposional mereka itu dikarenakan karena memang mereka beriman kepada Tuhan mereka dengan sebenar-benarnya meniadakan persepsi pribadi mereka yang cenderung zolim dan menggantikannya dengan arahan Tuhan yang toleran dan adil.
Tuhan bagi sebagian orang bersifat abstrak seringkali mereka membutuhkan perwujudan fisik dari Tuhan tetapi bagi sebagian orang Tuhan itu menyerupai keberadaan yang lebih luas yang memang tidak mampu dilihat kecuali pada saatnya Tuhan akan memberikan kenikmatan untuk melihat diriNya kepada para hambaNya yang Dia ridhoi.
Bagi para pecinta Tuhan kenikmatan melihat Tuhan adalah lebih diinginkan daripada nikmat lainnya karena kerinduan mereka akan Tuhan sudah ada sejak mereka diciptakan sampai dengan mereka diwafatkan.
Dengan mengingat Tuhan hati mereka menjadi tentram sedangkan selain itu membuat mereka merasakan sebaliknya. Tuhan meredam segala hal kesedihan, kegundahan dan juga segala hal yang tidak menyamankan mereka dan membuat mereka mampu bersabar atas setiap ketentuan yang mungkin tidak mereka mengerti dan pahami tetapi mereka yakini adalah yang terbaik untuk mereka jalani.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM