Pindah Ibukota
Pembahasan pindah ibukota ini bahasan yang semriwing. Bagaimana tidak? Ditengah serial kontroversi seakan tidak ada habisnya mulai reklamasi, meikarta,esemka, infrastruktur, bpjs, zonasi dan sekarang ibu kota.
Indonesia berhak menyandang predikat sebagai negara kontroversi dimana memang Indonesia memiliki sejarah mulai perang saudara, perang kolonialisme, politik dagang sapi alhamdulillah tidak abadi karena di negara konflik mereka hanya bisa memulai tanpa tahu bagaimana mengakhirinya.
Kilas balik hal-hal semacam ini sudah tidak asing untuk Indonesia untuk berubah bentuk negara saja Indonesia sudah berubah berapa bentuk mulai dari NKRI, kemudian menjadi RIS kemudian berubah lagi menjadi NKRI dan ketika akan diubah jadi NASAKOM, terpaksa ditindak karena khawatir mereka akan memasuki perang saudara abadi mungkin seperti di Cina saat ini bukti bahwa komunisme dengan Islam seperti minyak dan air sehingga tidak usah nekat mengoplos dan letakkan sesuatu pada tempatnya.
Semua sepakat ketika pindah ibukota akan menimbulkan:
1. konflik sosial
2. hutang negara bertambah sehingga makin menumpuk dan kemungkinan tidak mampu dibayar dan menyebabkan mereka harus menjalani konsekuensi seperti di Srilanka
3. dikuasai asing
4. kerusakan lingkungan
mereka tidak akan mau mendukung keputusan tersebut karena yang mereka harapkan dari pindah ibukota itu adalah berbagi beban dengan pulau Jawa dan memeratakan kesejahteraan juga kemakmuran.
Apalagi semua sepakat bahwa pemindahan ibukota ini bukan menciptakan kota seperti Jakarta lagi. Bukan duplikasi Jakarta justru itu jadi trauma buat mereka serta alergen.
Yang mereka inginkan adalah kota seperti kota-kota di Eropa seperti Belanda, Suriname paling banter washington dc atau jepang atau korea lah yang bener-bener hijau bukan seperti meikarta tetapi kenyataan seperti ciliwung dikasih ijo-ijo pindah.
Harapan pindah ibukota ini adalah harapan sepertinya seorang anak dari tempat yang kumuh dan ingin mengubah nasibnya menjadi seorang anak yang memiliki martabat juga kehormatan yang dibutuhkan dalam masyarkat kalau itu digambarkan sebagai halnya cita-cita sebuah keluarga yang terpuruk dalam sejumlah masalah dan kekompleksan lingkungan yang membelit mereka atau seorang pengungsi yang mengalami berbagai tekanan dan memiliki harapan baru dengan berpindahnya ia dari tempat yang lama ke tempat yang baru menghilangkan semua keruwetan dan kerumitan dengan memulai sesuatu yang baru.
Kalau hubungan cinta yaitu dari hubungan yang lama ke yang baru karena kemungkinan memang sudah mentok dan lebih baik move on dan memulai hidup baru dan tidak mengulangi apa-apa yang pernah jadi kesalahan atau benturan atau sandungan di masa yang lalu dengan masa yang sekarang.
Mungkin kira-kira seperti itu penggambarannya sehingga kalau terjadi apa yang dikhawatirkan seperti kerusakan lingkungan, invasi/dominasi asing, penyitaan karena hutang dan konflik sosial bukannya lebih baik bersabar atau cari jalan yang lebih sesuai misal perbaikan per desa, kota, kecamatan atau kabupaten dan kl sudah lebih siap provinsi?
Ini ibaratnya adalah seperti trache dengan kemotrapi. Tidak perlu semua diperbaiki hanya sel-sel yang bermasalah aja atau kalau seperti hubungan cinta tidak perlu berakhir yang penting perbaiki aja yang salah-salahnya aja. Ya toh?
Indonesia berhak menyandang predikat sebagai negara kontroversi dimana memang Indonesia memiliki sejarah mulai perang saudara, perang kolonialisme, politik dagang sapi alhamdulillah tidak abadi karena di negara konflik mereka hanya bisa memulai tanpa tahu bagaimana mengakhirinya.
Kilas balik hal-hal semacam ini sudah tidak asing untuk Indonesia untuk berubah bentuk negara saja Indonesia sudah berubah berapa bentuk mulai dari NKRI, kemudian menjadi RIS kemudian berubah lagi menjadi NKRI dan ketika akan diubah jadi NASAKOM, terpaksa ditindak karena khawatir mereka akan memasuki perang saudara abadi mungkin seperti di Cina saat ini bukti bahwa komunisme dengan Islam seperti minyak dan air sehingga tidak usah nekat mengoplos dan letakkan sesuatu pada tempatnya.
Semua sepakat ketika pindah ibukota akan menimbulkan:
1. konflik sosial
2. hutang negara bertambah sehingga makin menumpuk dan kemungkinan tidak mampu dibayar dan menyebabkan mereka harus menjalani konsekuensi seperti di Srilanka
3. dikuasai asing
4. kerusakan lingkungan
mereka tidak akan mau mendukung keputusan tersebut karena yang mereka harapkan dari pindah ibukota itu adalah berbagi beban dengan pulau Jawa dan memeratakan kesejahteraan juga kemakmuran.
Apalagi semua sepakat bahwa pemindahan ibukota ini bukan menciptakan kota seperti Jakarta lagi. Bukan duplikasi Jakarta justru itu jadi trauma buat mereka serta alergen.
Yang mereka inginkan adalah kota seperti kota-kota di Eropa seperti Belanda, Suriname paling banter washington dc atau jepang atau korea lah yang bener-bener hijau bukan seperti meikarta tetapi kenyataan seperti ciliwung dikasih ijo-ijo pindah.
Harapan pindah ibukota ini adalah harapan sepertinya seorang anak dari tempat yang kumuh dan ingin mengubah nasibnya menjadi seorang anak yang memiliki martabat juga kehormatan yang dibutuhkan dalam masyarkat kalau itu digambarkan sebagai halnya cita-cita sebuah keluarga yang terpuruk dalam sejumlah masalah dan kekompleksan lingkungan yang membelit mereka atau seorang pengungsi yang mengalami berbagai tekanan dan memiliki harapan baru dengan berpindahnya ia dari tempat yang lama ke tempat yang baru menghilangkan semua keruwetan dan kerumitan dengan memulai sesuatu yang baru.
Kalau hubungan cinta yaitu dari hubungan yang lama ke yang baru karena kemungkinan memang sudah mentok dan lebih baik move on dan memulai hidup baru dan tidak mengulangi apa-apa yang pernah jadi kesalahan atau benturan atau sandungan di masa yang lalu dengan masa yang sekarang.
Mungkin kira-kira seperti itu penggambarannya sehingga kalau terjadi apa yang dikhawatirkan seperti kerusakan lingkungan, invasi/dominasi asing, penyitaan karena hutang dan konflik sosial bukannya lebih baik bersabar atau cari jalan yang lebih sesuai misal perbaikan per desa, kota, kecamatan atau kabupaten dan kl sudah lebih siap provinsi?
Ini ibaratnya adalah seperti trache dengan kemotrapi. Tidak perlu semua diperbaiki hanya sel-sel yang bermasalah aja atau kalau seperti hubungan cinta tidak perlu berakhir yang penting perbaiki aja yang salah-salahnya aja. Ya toh?
Komentar
Posting Komentar