PKI
Topik yang paling menyita perhatian publik saat ini adalah kontroversi tentang PKI karena PKI ini bagaikan dongeng HC Andersen. Sebatas imajinasi tetapi secara kenyataan tentu sangat berbeda dan ini yang tidak dipahami sebagian besar orang bahwa pikiran dengan kenyataan itu bisa sangat jauh berbeda.
Soekarno bisa jadi memperalat PKI tidak dapat dipungkiri tetapi bukan berarti menyetujui dan mempercayakan negara kepada mereka tetap saja yang diberi kepercayaan adalah Ahmad Yani yang merupakan perwakilan dari kelompok Islam dan tentu melihat setiap pemimpin selalu mendekat dan mempercayakan setiap urusan negara dan masyarakat kepada Islam ini kan menimbulkan pertanyaan bahkan Soerharto itu adalah sosok "nasionalis islam" tetapi mengapa ditolak Soekarno?
Sebenarnya kalau kita memahami perselisihan antara Islam dan PKI yang dimenangkan tanpa sengaja oleh "Nasionalis Islam" atau Nasionalis Sekulerisme?Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar. Kenapa kesan yang ditimbulkan itu adalah PKI dan Nasionalis mengabaikan Islam?
Apa sebenarnya ketakutan yang ada dibalik itu?
Kenyataan berkata kemakmuran ada di tangan Islam dan kedamaian juga ada di tangan mereka bahkan kehidupan toleransi sebenarnya juga ada di tangan mereka demikian juga dengan keamanan juga keadilan serta kemudahan.
Kalau kita berbicara khawarij tentu semua tidak sepakat tentang hal ini tetapi ketika berbicara Islam kebanyakan dari mereka berpikir bahwa Islam adalah ekstrimisme, takhfiri, terorisme, vandalisme, persekusi, intoleransi, korupsi bahkan ide pembebasan Palestina menjadi sesuatu yang akan mengancam mereka atau yahudi itu sendiri? Artinya mereka mengartikan khawarij, ekstrismisme dan terorisme sebagai islam. Jelas saja mereka phobia.
Giliran islam sendiri jadi hernia sekaligus phobia melihat non muslim berlaku intoleransi dan islamphobia terhadap mereka. Sehingga hernia dan phobia ini mewarnai kekisruhan hubungan sesama manusia menjadi saling benci, bermusuhan, berselisih bahkan saling bunuh dan aniaya.
Yang menjadi ketakutan itu, kalau melihat kejatuhan negara-negara Islam adalah agenda pembebasan Palestina dan ide pendirian kekhalifahan yang sering dianggap sebagai teror dan disamakan dengan ISIS atau Aceh?
Bagaimana dengan Brunei, Arab Saudi, Qatar, dan semua negara Timur Tengah lainnya dimana masyarakat mereka relatif hidup dengan nyaman, aman, damai, saling bertoleransi dan sejahtera?
Bahkan sekarang ada cafe anjing untuk pemilik anjing. Menyayangi binatang bukanlah sesuatu hal terlarang dalam islam yang tidak boleh adalah menelantarkan dan menyiksa mereka. Dalam islam juga tidak melarang non muslim untuk mengkonsumsi makanan yang diharamkan dalam islam tetapi dihalalkan dalam non muslim selama mereka jujur dalam menginformasikan dan tidak memaksakan hal tersebut kepada kaum muslimin karena keberkahan, kebaikan dan kedamaian ada di dalam sifat jujur dan toleransi bukan saling memaksakan, mengganggu, menyakiti, membohongi, menipu atau sikap-sikap yang bisa memancing kebencian, permusuhan dan ketidakpercayaan. Process is count in islam. Everybody is demand to be honest, respect and trustable.
Belum lagi permasalahan kekhalifahan itu sendiri seperti halnya kiamat, perang antara kaum muslimin dengan yahudi dan kekhalifahan nubuwiyah yang bisa jadi tidak terjadi pada saat ini setidaknya tidak dalam waktu dekat dan mungkin harus menunggu wali Allah turun seperti Imam Mahdi dan atau nabi Isa?
Artinya kita harus melewati masa dajjal turun ke bumi terlebih dahulu karena dajjal itu yang bisa menghabisi nabi Isa bukan manusia biasa. Kemungkinan setelah dajjal binasa itu akan lebih dekat dengan perang antara yahudi dengan kaum muslimin. Dimana ini juga akan dipimpin oleh wali Allah karena untuk tugas yang lebih ringan dari itu saja tidak mampu justru malah menimbulkan fitnah sesama kaum muslimin, kebencian dan permusuhan bagaimana dengan tugas yang lebih besar atau maha besar?
Justru permusuhan dan kebencian itu muncul ketika banyak ketidaklogisan terjadi. Kezaliman dipahami sebagai keadilan. Intoleransi dipahami sebagaimana toleransi. Kebohongan dipercaya sebagai kebenaran.
Sebenarnya akar dari semua permasalahan ini adalah intoleransi, islamphobia, khawarij, korupsi, kristenisasi, syiah, liberalisme, komunisme, kefasikan dan kesyirikan.
Ditambah agenda pembebasan Palestina yang selalu meresahkan semua pihak yang merasa hal ini adalah tanda ekstrimisme dan terorisme?
Perlakuan intoleransi dan islamphobia kaum minoritas muslim di negara non muslim ini dianggap sebagai perbuatan yang benar dan sesuai ham sedangkan mereka yang membela diri dari semua penindasan dan penghinaan ini justru dianggap pelanggar ham.
Logika terbalik ini yang seringkali menjadi perselisihan di dalam masyarakat itu sendiri.
Yang lucunya kalau minoritas muslim memang jelas ditindas di negara mayoritas non muslim sedangkan minoritas non muslim kembali menindas mayoritas muslim mereka sehinggap apapun posisi mereka apakah sebagai minoritas maupun mayoritas mereka sangat konsisten untuk berlaku intoleransi dan islamphobia ditambah dengan nasionalis yang kalau berafiliasi dengan sekuler maka tentu mereka juga akan melakukan islamphobia dan intoleransi yang kurang lebih sama terutama terkait dengan atribut agama.
Akar perselisihan dan permusuhan juga kebencian tersebut adalah kemerdekaan Palestina, rehabilitasi hak kaum minoritas muslim di negara mayoritas non muslim terutama yang mengalami islamphobia dan intoleransi bahkan sampai diusir, dibantai/genocide dan disiksa juga dihina, pemenuhan hak-hak muslim di negara muslim sendiri terutama yang sekuler, intoleransi dan islamphobia itu sendiri.
Ibarat perbuatan perkosaan yang korbannya satu yaitu islam dan pelakunya banyak yaitu mulai liberalisme, sekurelisme, syiah, komunisme atheis, khawarij, kristenisasi, budha myanmar, hindu india bahkan kalau di Indonesia ditambah separatisme.
Ada juga kerancuan antara islam dengan khawarij, ekstrimisme dan terorisme. Sepertinya ketiga hal ini digandengkan ke dalam Islam padahal jelas Islam itu bukanlah khawarij, ekstrimisme dan terorisme bahkan nabi sendiri melarang ketiga hal tersebut bahkan mengancam pelakunya masuk neraka. Bahkan khawarij itu akan menjadi anjing neraka di akhirat nanti karena perbuatan zalim, ekstrim, teror dan intoleransi mereka.
Ketika kita membahas nasionalis islam maka tentu ini ada kaitannya dengan nasionalis sekurelisme dan nasionalis komunisme.
Mungkin ada tiga partai ketika jaman orde baru meliputi nasionalis islam, nasionalis sekuler dan nasionalis komunisme?
Mungkin kita harus pisahkan antara ideologi, intoleransi, islamphobia, kkn dan perpecahan?
Hmmm, ternyata nasionalis itu ada di tiga rasa, madu, kesturi dan kesemek rasa zaqum. How about that?
Komentar
Posting Komentar