Puisi Tengah Malam

                                                            Tangisan Anak Negeri

Ku melihat ibu pertiwi sedang bersusah hati

Wahai kawan apakah kau memahami?

Maknanya dengan hati?

Air matanya berlinang mas intannya terkenang.

Apakah kau kembali memahami?

Apakah kau pikir sosok ibu pertiwi seorang hedonis dan matrelistis?

Memikirkan emas dan intan juga permatanya?

Makna yang sarat dengan tangisan dalam diam dan amarah anak negeri

Karena dieksploitasi di negeri mereka sendiri

Oleh saudara-saudara mereka sendiri

Negeri mereka sendiri

Pejabat dan politikus mereka sendiri

Kita marah kepada penjajah

Apa karena perbuatan mereka?

Atau wajah dan kulit  mereka yang berbeda?

Darah dan agama mereka yang juga beda?

Kita marah karena perbuatan mereka memberikan kita hadiah kerja paksa 

Selama mereka menjajah melucuti semua harga diri kita

Juga hadiah memberikan kita ambtenar yang tidak hanya  menambah penderitaan tetapi juga bekerja untuk mereka yang mengeksploitasi kita semua.

Apa buktinya kita membenci perbuatannya dan bukan orang atau bangsanya apalagi agamanya yang kebetulan memang berbeda dengan kita?

Kita melestarikan peninggalan mereka terhadap kepedulian mereka terhadap lingkungan dan tata ruang kita.

Waduk-waduk yang mereka tinggalkan dan juga kebun-kebun taman kota yang menyelamatkan kita dari polusi kita simpan sebagai kenangan dan sekaligus yang menyelamatkan kita dari musibah dan bencana yang lebih besar seandainya tidak ada peninggalan-peninggalan itu.

Ini bukti kita benci perbuatannya bukan orang atau bangsa apalagi agamanya

Kita bukan bangsa pembenci tetapi karena ketidakmampuan kita untuk membenci seringkali disakiti

Kita bukan bangsa yang suka berhitung pemberian tetapi seringkali dikerjai, dimanipulasi dan lagi-lagi dieksploitasi

Dimana kemerdekaan nurani?

Disini

Di dalam hati

Di dalam diri

Apakah bisa dibeli?

Itu tergantung kau sendiri...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM