Putri Margaritha

Hey kau...Putri Margaritha pembela kebatilan

Wajahmu elok bagai rembulan tapi kelakuanmu seperti setan

Kujamin ayahmu yang pahlawan

Menangis di kuburan

Dia telah bersusah payah mengusir penjajah

Dan sekarang kau gandeng mesra untuk menindas habis masyarakatmu

Kau seorang ibu, Putri Margaritha mengapa tak kau ajarkan putrimu adab?

Ini tanah kelahirannya jangan pongah seperti penjajah

Kakeknya itu membebaskan rakyatnya dari penindasan dan perbudakan

Sedangkan kau hadiahkan rakyatmu dengan penindasan dan perbudakan

Di depan hidungmu sendiri?

Kau bunuh kebenaran dan nurani dengan kekuasaanmu

Apa kau tau kekuasaan senjata untuk menebas mereka yang aniaya

Durjana dan haram jadah?

Kau gunakan senjata untuk membela kebatilan dan kehinaan

Melukai rakyatmu yang menyuarakan kebenaran dan berusaha membela harga dirinya?
Kalau kau tak mampu membela atau mengubah nasib mereka jangan membuat mereka terperosok ke dalam jurang neraka

Luka mereka menganga wahai Putri...

Kalau bukan karena ayahmu yang pahlawan itu sudah diludahi wajahmu

yang jelita tapi durjana itu

Sodara-sodaramu bagai kurawa

Jumawa dan selalu durhaka pada yang kuasa

Kalau kau tidak percaya agama dan neraka

Jangan kau kira semua sama

Pancasila kau hina

Sekarang rakyatmu kau nista

Jangan kau tukar darah pahlawan

Dengan darah preman

Kau jual dan lucuti harga diri bangsamu dengan menggadaikan nuranimu sendiri

Kepada iblis

Kau lahir dengan sendok emas tetapi bagaimana mereka?

Yang mengharap sedikit kekuatanmu untuk menghabisi

Mereka yang kerap mempermainkan bangsa kita

Darah kita sama wahai putri

Moyang kita sama

Tanah air kita sama

Tapi nurani kita tak sama

Apa rugimu kalau penjajah tidak jadi memasuki bumi kita ini?

Apa ayahmu menangisi penjajah ketika mereka angkat kaki dari sini?

Apa ayahmu menyesal telah mengusir mereka dari sini?

Tanah kita bukan untuk memperkaya mereka wahai Putri

Tanah kita untuk melindungi rakyat kita sendiri

Dari penghinaan dan dominasi

Apa kau pikir kemiskinan itu hina sedangkan kekayaan itu mulia karena kau berhasil menjual tanah airmu pada penjajah dan pengkhianat negeri ini?

Wahai Putri...

Kau keturunan bangsawan 

Janganlah berlaku seperti preman

Rakyatmu mungkin miskin dan hina

Karena mereka tidak bisa membela harga diri dan nasib mereka sendiri

Tetapi mereka bukan tidak mampu berlaku setia

Pada nurani dan kebenaran itu sendiri

Ah... Putri apakah kau anugrah atau musibah bagi negeri kami ini?


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awam

Seandainya

SDM